Kemendes Pastikan Dukungan Program Berbau Literasi, Termasuk Pemanfaatan Dana Desa Untuk Perpustakaan

Kemendes Pastikan Dukungan Program Berbau Literasi, Termasuk Pemanfaatan Dana Desa Untuk Perpustakaan
Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kementerian Desa, PDT & Transmigrasi Suprapedi

 

“Kementerian Desa akan mendukung program yang berkaitan dengan literasi desa, termasuk pemanfaatan dana desa untuk membangun atau mengelola perpustakaan."

 

JAKARTAINSIGHT.com | Pernyataan diatas disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kementerian Desa, PDT & Transmigrasi Suprapedi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan 2021.

Dirinya mengatakan pembangunan desa bukan hanya masalah infrastruktur melainkan juga masalah SDM. Di antara cara membangun SDM adalah dengan menyediakan  sumber-sumber keilmuan dan informasi yang akan mendongkrak pengetahuan warga desa, salah satunya melalui pembangunan perpustakaan desa.

Sejak kurun waktu 2015 hingga 2020 alokasi Anggaran Dana Desa untuk perpustakaan/taman bacaan terus mengalami kenaikan. Pada 2019, alokasi dana tersebut untuk kepentingan perpustakaan mencapai Rp396,41 miliar.

Di 2020 mengalami penurunan menjadi Rp331,41 miliar akibat situasi pandemi. Sedangkan, jumlah desa yang dibantu juga terus mengalami pertambahan. Puncaknya di 2019 dimana 10.169 desa berhasil mendirikan perpustakaan/taman baca. Meski di 2020 hanya 9.897 desa yang sukses membangun perpustakaan.  

"Ada tiga Agenda Pembangunan Desa 2020-2024. Pertama, memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas. Kedua, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan. Dan ketiga, meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing," ujarnya.

Lainnya : Komitmen Perkuat Daya Saing SDM, 2021 Pemerintah Genjot Pembangunan Perpustakaan di Daerah

Pernyataan Supradedi tersebut sejalan dengan tema Rakornas Bidang Perpustakaan 2021 “Integrasi Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural” dan dukungan tersebut merupakan bentuk implementasi peran aktif Kemendes dalam hal penguatan literasi.

“Manusia merupakan sumber modal utama pembangunan nasional untuk menuju pembangunan yang inklusif dan merata di seluruh wilayah,” tutup Supradedi.

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com