Kabar Baik! Inilah Exchanges Aset Kripto yang telah terdaftar di BAPPEBTI!

Kabar Baik! Inilah Exchanges Aset Kripto yang telah terdaftar di BAPPEBTI!
Kampanye aset kripto aman dan legal.

 

JAKARTAINSIGHT.com | Bank Indonesia pernah mengeluarkan Surat Pernyataan untuk mencegah berbagai tindakan kriminal keuangan. Surat Pernyataan no: 16/6/Dkom yang berisi, “Bank Indonesia menyatakan SID Bitcoin dan Virtual Currency lainnya bukan merupakan mata uang atau alat pembayaran yang sah di Indonesia". Hal ini lantaran keberadaan Aset Kripto di Indonesia kerap dicap negatif oleh masyarakat.

Maraknya oknum yang menggunakan teknologi aset kripto dalam menjalankan modus operasinya meresahkan dan merugikan banyak pihak. 

Namun sekarang berbeda situasinya, dimana setiap pelaku yang memperjual belikan Aset Kripto seperti Bitcoin, Litecoin, dan Ethereum, telah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2018, Tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset). 

Tentu saja hal ini menjadi kabar baik untuk seluruh penggiat aset kripto di Indonesia.

Mekanisme perdagangan aset kripto ini selanjutnya dilegalkan dalam Peraturan BAPPEBTI Nomor 5 Tahun 2019, tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.

Termasuk didalamnya mengatur mengenai mekanisme perizinan untuk para exchange yang memperjual-belikan aset kripto seperti Bitcoin dan token lainnya. 

Hingga 29 Mei 2020, terdapat 13 Perusahaan atau Entitas yang telah mendapatkan tanda daftar dari BAPPEBTI sebagai calon pedagang asset kripto, yaitu:

1. PT Crypto Indonesia Berkat 

2. PT Upbit Exchange Indonesia 

3. PT Tiga Inti Utama 

4. PT Indodax Nasional Indonesia 

5. PT Pintu Kemana Saja 

6. PT Zipmex Exchange Indonesia 

7. PT Bursa Cripto Prima 

8. PT Luno Indonesia LTD 

9. PT Rekeningku Dotcom Indonesia

10. PT Indonesia Digital Exchange

11. PT Cipta Koin Digital 

12. PT Trinity Investama Berkat 

13. PT Plutonext Digital Aset

Kemudian, Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) beserta 10 dari pedagang fisik aset kripto yang telah mendapatkan tanda daftar, dengan dukungan dari BAPPEBTI  kemudian melakukan kampanye #tetapamandanlegal.

Dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat di Indonesia, A-B-I juga akan mengadakan Konferensi Daring, “Indonesian Blockchain Conference” pada 15 September 2020 yang akan datang. 

Chairman A-B-I, Oham Dunggio berpesan “Kami harap melalui konferensi ini masyarakat Indonesia bisa mengerti tentang potensi teknologi Blockchain, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama memberikan pemahaman dasar agar dapat membedakan project scam dan project real. Ini adalah persembahan kami dari Asosiasi untuk mendorong perkembangan teknologi Blockchain di Indonesia”   

Sementara itu Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar BAPPEBTI, Sahudi, menyampaikan  “peraturan tentang aset kripto yang dikeluarkan pemerintah dalam hal ini BAPPEBTI, Kementerian Perdagangan bertujuan memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha terhadap para pelaku usaha perdagangan aset kripto di Indonesia. Selain itu, juga untuk menumbuhkan kepercayaan dan keamanan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dan bertransaksi aset kripto. 

Lebih lanjut Sahudi mengatakan “Kami menyambut baik rencana A-B-I yang akan mengadakan Konferensi Daring, “Indonesian Blockchain Conference” dan berharap konferensi dapat berjalan dengan baik. Semoga dengan acara ini, masyarakat luas dapat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai technology Blockchain dan Aset Kripto sebagai komoditi yang diperdagangkan di pasar fisik bursa berjangka di Indonesia”.

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com