Dugaan Kongkalikong! Tim Pengurus PKPU Antasari 45 Dilaporkan Kreditur

Dugaan Kongkalikong! Tim Pengurus PKPU Antasari 45 Dilaporkan Kreditur
Kreditur Antasari 45 bersama tim kuasa hukum.

 

JAKARTAINSIGHT.com | Merasa ada kejanggalan dalam proses PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) PT. Prospek Duta Sukses (PDS) selaku pihak pengembang Apartemen Antasari 45, salah seorang kreditur atas nama Indah melalui kuasa hukumnya Irfan Surya Harahap, SH, C.L.A Senin (31/8) kemarin menyambangi Polda Metro Jaya Jakarta Selatan melaporkan mantan bos PT.PDS Edhi Sutanto dan Tim Pengurus PKPU.

"Kami kuasa hukum dari Indah yang merupakan salah satu konsumen apartemen Antasari 45 hari ini melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan serta membuat daftar palsu melanggar Pasal 378, 372 dan 416," ujar tim kuasa hukum lainnya, Irfan Surya Harahap, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/8/2020).

"Kenapa Tim Pengurus yang kami laporkan, karena diduga kuat mereka bersekongkol. Polisi untuk masuk menyelidiki ini," ujarnya.

Lebih lanjut Irfan menyampaikan pihaknya menduga ada kongkalikong antara tim pengurus PKPU dengan pihak PT PDS. Adapun laporan ke polisi, tercantum pada laporan bernomor LP/5187/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, tanggal 31 Agustus 2020.

"Ini rangkaian penipuan karena Apartemen 45 Antasari dari mulai dibeli pelapor sampai sekarang tidak ada pembangunan. Harusnya tidak ada alasan jika apartemen itu tidak dibangun, kemudian ada muncul utang sebanyak U$D 25 juta. Kalau sudah utang sebesar itu masa tidak bisa dibangun? Malah tiba-tiba PKPU jadi pailit (coba dipailitkan). Wajar kalau kita curiga, kita sudah bayar dan beli sampai sekarang baru dibangun basement saja," papar Irfan.

"Kami melapor ke Polda Metro Jaya untuk segera ditindaklanjuti, segera diperiksa tim pengurusnya bersama dengan PDS. Kita duga ada kongkalikong dalam proses PKPU, polisi perlu masuk di PKPU ini," sambung Irfan.

Sekedar catatan, sejak dipasarkan pada 2014 lalu, hingga saat ini sebanyak 591 miliar rupiah uang pembeli yang telah disetorkan kepada pihak pengembang. Di tengah proses menunggu selama enam tahun, bukan unit apartemen yang didapat, tapi kenyataan pahit atas adanya laporan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) terhadap PT Prospek Duta Sukses (PDS) selaku pihak pengembang atau developer dengan jumlah piutang senilai Rp 2 miliar dari pelapor atas nama Eko Aji Saputra.

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com