Berbanding Terbalik Dengan Bitcoin, Aset Kripto YFI Malah Tembus Nilai 1 Milyar

Berbanding Terbalik Dengan Bitcoin, Aset Kripto YFI Malah Tembus Nilai 1 Milyar

"Penurunan Bitcoin adalah hal yang biasa di dunia kripto. Bitcoin naik turun lebih dari 20% adalah hal biasa dan inilah yang membuat kesempatan buat para trader membeli di murah. Kemudian, mendapatkan profit dengan menjualnya pada saat harga tinggi."

 

JAKARTAINSIGHT.com | Pernyataan diatas diungkapkan oleh CEO Indodax Oscar Darmawan merespon menurunnya nilai bitcoin buntut cuitan Elon Musk di Twitter yang mendorong aksi jual.

Menurut Oscar penurunan ini adalah penurunan yang masih wajar dan akan kembali menguat pada saat ada momentum yang terlihat kembali untuk naik.

Jadi, penurunan ini juga bisa dimanfaatkan oleh member dan masyarakat Indonesia untuk membeli kripto di harga diskon. Dan lagi bagi para trader kripto banyak altcoin yang malah menguat jadi dapat dimanfaatkan kesempatan untuk trading. Dari sisi fundamental dan utilitas, setiap aset kripto memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing.

“Faktanya, banyak orang yang memanfaatkan penurunan harga Bitcoin untuk membeli. Mereka membeli Bitcoin karena mumpung harga sedang murah. Setelah itu, mereka akan take profit saat harga naik atau kembali menembus level tertingginya,” jelas Oscar Darmawan.

Namun faktanya, penurunan nilai bitcoin justru berbanding terbalik dengan sset kripto yEarn.Finance (YFI) yang terus meninggi dan tembus harga 1 milyar. Alternative coin (altcoin) ini memang lebih mahal dari pada Bitcoin secara harga, sekalipun secara marketcap bitcoin masih sebagai kripto dengan market cap tertinggi.

Harga YFI menembus harga tertingginya Rp1,38 miliar pada akhir pekan lalu, saat Bitcoin sudah menunjukkan penurunan, bersamaan dengan Ethereum dan lainnya. Per hari ini, YFI masih berada di level Rp1 miliar.

Kenaikan YFI melonjak drastis dari pertama kali listing di Indodax, Agustus 2020, yaitu Rp74 jutaan. Kenaikannya hampir 20 kali lipat dalam waktu kurang dari satu tahun. Dalam waktu kurang lebih satu bulan, YFI tercatat meningkat hampir 2 kali lipat. Pada April 2021, harganya hanya Rp700 jutaan.

“Beberapa hari ini, memang Bitcoin turun drastis. Tetapi, kita bisa melihat altcoin lain yang menguat. Salah satu yang menarik adalah YFI. Kripto ini merupakan kripto pertama yang menembus Rp1 miliar. Bahkan tertinggi melewati Rp1,3 miliar,” katanya, Selasa (18/5/2021).

Oscar Darmawan menjelaskan yEarn.Finance adalah adalah 'ekosistem' dari protokol yang dibangun di atas cryptocurrency Ethereum. Tujuan di balik pembuatan YFI adalah untuk memudahkan interaksi pengguna dengan protokol DeFi dan kemudian memaksimalkan persentase tahunan dalam mata uang kripto.

yEarn Finance ingin menciptakan sesuatu antara protokol keuangan yang terdesentralisasi dan hasil yang cukup besar untuk memungkinkan orang berinvestasi dalam koin yang lebih stabil pada platform.

“Ada beberapa faktor mengapa harga YFI begitu mahal. Pertama adalah YFI yang memiliki supply maksimal yang lebih sedikit yaitu hanya 3.666 token saja,” katanya.

Oscar Darmawan juga menjelaskan bahwa token yEarn.Finance sendiri sangat sedikit supplynya sehingga kenaikan permintaan ini mendorong harga yEarn Finance jadi sangat tinggi. Sehingga, inilah yang menyebabkan harganya begitu mahal.

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com