Soal Vaksin Corona Bill Gates, Dari Balik Sel Eks Menkes SBY Wanti-wanti Jangan Dibeli!

Soal Vaksin Corona Bill Gates, Dari Balik Sel Eks Menkes SBY Wanti-wanti Jangan Dibeli!

Keterangan foto : Mantan Menteri Kesehatan era SBY, Siti Fadilah / istimewa

JAKARTAINISGHT.com | Nama konglomerat Bill Gates belakangan santer menjadi pembicaraan di tengah wabah Covid-19 (virus Corona) Global. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, sosok pendiri Microsoft tersebut memprediksi ketersediaan vaksin Covid-19 dalam 6 bulan kedepan. Vaksin tersebut diberi nama INO-4800, di mana pengembangannya disokong Bill and Melinda Gates dan Foundation Coalition for Epidemic Preparedness Innovations.

Merespon kabar tersebut, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah bereaksi. Siti yang saat ini tengah menjalani hukuman terkait kasus korupsi pengadaan alat kesehatan mengingatkan pemerintah untuk tidak membeli vaksin virus buatan Bill gates tersebut.

Pemilik nama lengkap Siti Fadilah Supari tersebut menyebut bahwa ada sejumlah kejanggalan. Seperti dikutip laman Suara.com (Minggu 19/4) kemarin, Siti mengatakan “Untuk menghadapi wabah Corona di Indonesia, sebaiknya pemerintah tidak menggunakan vaksin yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan farmasi yang berkaitan dengan Bill Gates,” ujarnya.

Terkait kejanggalan yang dimaksudkan, lebih jauh eks Menkes era Presiden SBY tersebut mengatakan, “Kalau Bill Gates sudah siap dengan vaksin corona sekarang, kapan dia punya seed virus nya? Apa sebelum pandemik Corona? Apalagi pada tahun 2015 dia telah mengumumkan akan ada pandemik besar di 2020,” kata Siti.

Wanita kelahiran Surakarta 6 November 1949 tersebut juga mempertanyakan seed virus Corona dari strain negara mana yang digunakan oleh Bill Gates untuk membuat vaksin.Pasalnya, menurut sejumlah ahli virus corona hingga kini masih terus.

"Mana seed virus yang dijadikan vaksin oleh Bill Gates, karena hingga kini belum jelas."

Tak hanya mempertanyakan, Siti Fadilah bahkan mencurigai kemungkinan dipasangnya microchip oleh Bill Gates pada vaksin tersebut.

“Konon digunakan untuk memantau orang yang diberi vaksin tersebut. Sedangkan kita tidak tahu dampak negatif apa dari microchip tersebut terhadap tubuh kita dalam jangka panjang. Apa betul microchip itu hanya untuk tanda seperti yang dia katakan? Tidak ada bukti sama sekali. Kita wajib waspada karena Bill Gates mempunyai proyek ambisius yaitu depopulasi, demi mengatur populasi sedunia,” sambung Siti.

 

Editor:Mika Syagi
Asian Games || jakartainsight.com
BUMN || jakartainsight.com