Telegram Adopsi Blockchain Hadirkan Mata Uang Digital

Telegram Adopsi Blockchain Hadirkan Mata Uang Digital

Ilustrasi: Istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Popularitas teknologi blockchain terbukti semakin melejit. Kini Telegram pun mulai mengadopsi platform blockchain-nya sendiri.

Jaringan blockchain Telegram ini disebut sebagai Telegram Open Network (TON). Sebagaimana jaringan blockchain publik pada umumnya, Telegram juga memiliki sebuah aset digital yang dapat ditransaksikan. Aset digital Telegram ini bernama Gram.

Sebagai informasi, blockchain merupakan sebuah teknologi berbentuk buku besar (digital) yang terdistribusi di dalam sebuah jaringan. Sementara TON merupakan proyek jaringan blockchain yang diklaim berjalan cepat, aman, terukur, dan mampu menangani jutaan transaksi per detik. Nantinya, TON akan mengekspos pengguna global Telegram ke aset digital, Gram.

CEO dari Gram Asia Dongbeom Kim mengungkapkan, terobosan blockchain ini, Telegram tidak hanya memfasilitasi layanan pengirim pesan, namun bertujuan menjadi super-app yang multi fungsi. Gram juga akan berfungsi sebagai terobosan ekonomi kreatif melalui aplikasi Telegram.

Menurutnya, aset digital Gram bisa didapat melalui Tokenomy, salah satu startup blockchain di Asia Tenggara yang banyak mendorong berbagai inovasi blockchain sebelumnya.

“Dalam kerja sama kami dengan Tokenomy, kami dengan senang hati menawarkan kepada 260 juta pengguna akses istimewa dalam ekosistem Telegram Open Network,” kata Dongbeom dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/8).

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });