Idul Adha: Penderita Hipertensi Boleh Makan Daging Kambing, Berikut Faktanya!

Idul Adha: Penderita Hipertensi Boleh Makan Daging Kambing, Berikut Faktanya!

Ilustrasi daging kambing (Istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Saat Hari Raya Idul Adha masyarakat bersuka cita merayakannya dengan menikmati daging qurban baik daging kambing atau pun sapi yang dibagikan oleh panitia qurban.

Sayangnya ada sebagian orang terutama penderita hipertensi yang mengaku bersedih karena tidak bisa makan daging kambing, lantaran takut tekanan darahnya naik dan berakibat fatal.

Namun sebenarnya apakah benar daging kambing berbahaya bagi penderita hipertensi? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya mengetahui fakta tentang daging kambing ketimbang mitos yang mengiringinya.

Kolesterol daging kambing lebih rendah dibanding sapi dan ayam

Setiap 100 gram daging kambing kurang lebih mengandung sekitar 109 kalori. Ini jauh lebih rendah dibanding daging sapi yang punya 250 kalori dan daging ayam dengan total 195 kkal.

Kadar kolesterol daging kambing juga lebih rendah, yaitu sekitar 57 mg per 100 gram, sedangkan kadar kolesterol daging sapi adalah sekitar 89 mg dan ayam 83 mg per porsinya.

Lemak daging kambing lebih rendah

Jika ditotal, per 100 gram daging kambing hanya mengandung total lemak 2,3 gram sementara lemak dalam daging sapi bisa mencapai 15 gram dan daging ayam kurang lebih mengandung 7,5 gram total lemak.

Tentang protein daging kambing

Daging kambing merupakan sumber protein hewani yang sama baiknya dengan daging ayam dan sapi. Total protein dalam daging kambing kurang lebih sekitar 20 gram, sementara daging sapi mengandung sekitar 25 gram dan ayam sekitar 30 gram per porsinya. Satu porsi daging kambing 100 gram dapat mencukupi hampir 50 persen persen kebutuhan protein harian tubuh.

Setelah mengetahui fakta tentang daging kambing, menurut pakar kesehatan, anggapan mengonsumsi daging kambing bisa meningkatkan tekanan darah tidak benar adanya. Hanya saja, hal ini juga dengan catatan bahwa daging kambing tidak dikonsumsi dengan berlebihan.

Daging kambing sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan, karena kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsinya tetap tergolong lebih kecil daripada daging sapi atau ayam. Ini karena kandungan lemak jenuh daging kambing yang jauh lebih rendah dari keduanya.

Lemak jenuh daging sapi pada umumnya berkisar sekitar 6 gram, dan ayam mengandung hampir 2,5 gram lemak jenuh per porsinya. Sementara itu, kadar lemak jenuh daging kambing hanya sekitar 0,71 gram per 100 gram berat daging.

Daging kambing justru diperkaya oleh lemak tak jenuh, sekitar 1 gram per porsi, dibanding daging sapi atau ayam. Lemak tak jenuh adalah jenis lemak baik yang membantu menyeimbangkan kadar kolesterol darah, mengurangi peradangan dalam tubuh, dan menstabilkan detak jantung.

Jika Anda sudah yakin bahwa mitos daging kambing bikin darah tinggi naik dan ingin mencobanya sebaiknya daging kambing dimasak dengan menjadi sop atau ditumis.

 

Penulis: Ganest
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });