Kebijakan Ganjil Genap Bisa Kurangi 40% Mobil dan Turunkan Polusi

Kebijakan Ganjil Genap Bisa Kurangi 40% Mobil dan Turunkan Polusi

Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo. (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Rencana Pemprov memberlakukan aturan perluasan ganjil genap banyak menuai pro dan kontra. Salah satunya datang dari PSI, yang menyebutkan bahwa kebijakan perluasan ganjil-genap di DKI Jakarta justru akan menambah volume kendaraan di jalanan.

Berbeda dengan PSI, Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo yakin ganjil-genap justru bisa mengurangi jumlah kendaraan.

"Kita melihat dan berasumsi bahwa nantinya jumlah mobil dapat berkurang 40%. Para pemilik kendaraan harus menyesuaikan penggunaan kendaraan berdasarkan tanggal dan plat nomor kendaraan yang dimilikinya. Kebijakan ganjil genap ini efektif untuk memperbaiki kinerja traffic. Jauh dari aspek kecepatan, waktu perjalanan lebih pendek, itu yang dirasakan," kata Syafrin.

Syafrin juga mengatakan kebijakan ganjil-genap adalah tahapan untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi massal. Selain ganjil-genap, Pemprov DKI juga tengah mempersiapkan sistem retribusi jalan.

"Kebijakan ganjil-genap ini dibuat adalah kebijakan antara sebelum kita menuju kepada antisipasi sebelum congestion pricing. Dalam ingub, dari 7 item, selain perluasan gage ada juga terkait juga dengan congestion pricing atau yang dikenal ERP (electronic road pricing)," kata dia.

Syafrin mengatakan berdasarkan evaluasi penerapan ganjil-genap yang sudah dilakukan, jumlah kendaraan di jalanan berkurang. Hasil evaluasi ini membuat Pemprov DKI memutuskan untuk melakukan perluasan wilayah penerapan ganjil-genap.

Dengan menurunnya jumlah kendaraan di jalanan, maka akan berdampak pada kualitas udara di Jakarta. Syafrin meyakini dengan perluasan ganjil-genap akan berefek pada menurunnya polusi udara.

Sementara itu, caleg terpilih DPRD DKI Jakarta dari PSI, Idris Ahmad, sebelumnya menyoroti perluasan ganjil genap yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Idris mengatakan ganjil genap justru menambah volume kendaraan.

"Untuk ganjil genap kita punya hipotesa awal justru bisa jadi volume kendaraan bertambah," kata Idris di kantor DPP PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (8/8).

Dia mengaku lebih mendukung kebijakan lama. Salah satunya penerapan sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP). Menurutnya, tujuan perluasan ganjil-genap harus dipastikan antara mengurangi polusi udara atau mengurangi kemacetan. Sebab menurutnya kedua hal tersebut berbeda.

"Untuk masalah polusi udara, kami mendukung beberapa program yang sudah direncanakan dari lama seperti ERP," ujarnya. (detikcom)

Penulis: Iwan
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });