Dicurigai Berasal dari Indonesia, Helm Palsu Rossi Beredar di Inggris

Dicurigai Berasal dari Indonesia, Helm Palsu Rossi Beredar di Inggris

Salah satu model helm milik Rossi yang dipalsukan dan beredar di Inggris. (istimewa)

 

JAKARTAINSIGHT.com | Tersiar kabar tak sedap dari Inggris yang mengatakan bahwa telah beredar banyak helm brand palsu yang berasal dari Indonesia. Helm palsu yang dikabarkan beredar ini adalah replika milik sang Legenda MotoGP, Valentino Rossi. 

Diberitakan oleh MCN, helm palsu dapat menimbulkan resiko berbahaya saat kecelakaan. Terlebih lagi, helm palsu itu ternyata gagal memenuhi standar keselamatan yang berlaku di Inggris.

Peredaran helm palsu ini terjadi lewat situs belanja online, pasar internasional dan media sosial. Helm itu digambarkan dengan merek ternama seperti merek helm yang dipakai Valentino Rossi, AGV. Grafisnya pun sangat identik. Hanya perbedaanya, helm palsu ini dijual dengan harga lebih murah. Dibalik faktor meraih keuntungan,  sisi keamanan dan keselamatan bukan menjadi prioritas yang utama dari para pelakunya.

Menindaklanjuti hal ini pihak ITV News pun melakukan investigasi, dua helm palsu bermerek AGV dan Arai diuji kemampuannya. Pada sebuah uji coba, helm tersebut dibenturkan pada kecepatan 30 mil per jam atau 48 km/jam. Hasilnya, kedua helm palsu itu dinyatakan gagal  tes laboratorium, setelah batok helm terpecah dengan visor dan bagian eksternal lainnya terlepas.

 

 

Penulis: Iwan
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });