Mengenal Dampak Buruk Oversharenting Terhadap Si Buah Hati

Mengenal Dampak Buruk Oversharenting Terhadap Si Buah Hati

Ilustrasi foto (istimewa) 

JAKARTAINSIGHT.com | Bagi banyak orang tua, berbagi informasi melalui sosial media seperti facebook, instagram, youtube dan sebagainya mengenai perkembangan dan prestasi buah hati adalah hal yang menyenangkan. Bahkan banyak para orang tua yang menjadikan sosial media sebagai galeri penyimpanan informasi perkembangan anak dengan memposting setiap kegiatan sang anak mulai dari hari pertama lahir di dunia, saat bangun tidur sampai waktu tidur. 

Kegiatan orang tua yang berbagi informasi anak-anaknya melalui jejaring sosial secara berlebihan dengan memposting foto dan kegiatan sehari-hari mereka secara online disebut "oversharenting".

Namun, tahukah para orang tua bahwa ada risiko yang mengintai dibalik kegiatan oversharenting? 

Untuk mengetahui potensi risiko apa saja dari oversharenting, simak perbincangan dengan Noviyanti Setiyaningsih MBA, CCPS, CCI sebagai Certified Crime Prevention Practitioner, berikut:

Kenapa saat ini, banyak orang tua yang senang berbagi informasi anak di sosial media?

Saya pernah melakukan wawancara terhadap beberapa orang tua yang memiliki anak usia di bawah 10 tahun. Ternyata ada banyak alasan yang diutarakan kenapa mereka banyak memposting kegiatan sang anak di media sosial. Tiga alasan terbanyak adalah untuk berbagi moment bahagia dengan keluarga dan orang terdekat; untuk kenang-kenangan anak ketika mereka dewasa nanti; dan terakhir karena mereka tidak memiliki memori penyimpanan foto yang cukup di handphone.

Alasan pertama memang mendominasi kenapa orang tua berbagi informasi anak seperti foto dan kegiatan harian anak di sosial media. Namun disayangkan banyak dari mereka lalai dalam menyaring kepada siapa saja mereka berbagi informasi pribadi sang buah hati. Bahkan mereka juga tidak tahu cara men-setting privacy di media sosial, sehingga postingan yang mereka lakukan dapat diakses publik secara cuma-cuma. Hal ini yang sangat saya sayangkan.

Apa saja risiko yang mengintai anak, jika orang tua melakukan oversharenting?

Saat ini mungkin risiko tersebut tidak terlalu dirasakan oleh banyak orang tua. Perasaan bahagia melihat kelucuan sang anak, respon positif masyarakat baik dari jumlah likes dan komentar sering kali membuat orang tua semakin rajin memposting informasi anaknya.

Ada risiko yang muncul akibat oversharenting, antara lain cyberbullying pada anak, identity theft dan digital kipnapping. Di masa depan, bisa jadi postingan Anda saat ini dapat mempengaruhi peluang anak-anak untuk mencari pekerjaan sesuai keinginannya, anak akan kesulitan dalam mendapatkan asuransi kesehatan dan kerugian lainnya yang saat ini belum bisa kita bayangkan. Kita tidak akan pernah tahu seperti apa perkembangan teknologi di masa depan. 

 

Apakah artinya orang tua dilarang memposting informasi anak di media sosial?

Kata "melarang" sepertinya tidak tepat, apalagi saat ini media sosial sudah menjadi bagian dalam kehidupan keluarga moderen. Saya sendiri juga mendapatkan banyak keuntungan dari media sosial. Namun sebaiknya orang tua dapat lebih bijak dalam memposting informasi anak secara online. Hindari oversharenting yang bisa merugikan anak-anak kita di masa depan.

Penggunaan media sosial secara bijak juga harus diimbangi dengan knowledge yang cukup tentang penggunaan dari fitur media social itu sendiri. Orang tua harus paham bagaimana mereka membuat settingan privacy, melakukan screening siapa saja orang yang dapat melihat dan mengakses informasi sang anak, informasi apa saja yang layak untuk diposting.

Informasi seperti apa yang sebaiknya tidak diposting oleh orang tua?

1. Sebaiknya informasi mengenai anak tidak perlu dibagikan secara lengkap, sebagaimana kita mengisi biodata anak di sekolah. 

Hindari posting nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis darah dan riwayat penyakit, makanan kesukaan, kegemaran anak secara detail, silsilah keluarga dan sebagainya. Kenapa? Karena akan mempermudah oknum untuk melakukan identity theft. Bayangkan jika anak mendapati profil anak Anda terdaftar sebagai member di suatu institusi yang Anda tidak pernah ketahui.

2. Jangan pernah memposting foto anak tanpa pakaian.

Kegiatan anak ketika mandi atau bermain air bagi banyak orang adalah hal yang menggemaskan, tetapi memposting foto anak-anak Anda dalam keadaan tanpa busana - meskipun menggunakan pakaian renang seperti bikini anak- adalah tindakan yang tidak cerdas. Sedih membayangkan jika foto-foto ini jatuh ke tangan predator seksual online.

3. Hindari tagging location yang tidak perlu.

Ketika memposting foto, tak jarang kita mentagging lokasi. Jika orang tua ingin melakukan tagging lokasi, sebaiknya hindari live tagging. Tunda beberapa saat ketika kita sudah meninggalkan lokasi tersebut. Hindari juga tagging lokasi tempat sekolah, tempat les, dan tempat bermain anak.

4. Lakukan proteksi privacy di media sosial dan cek secara berkala

Proteksi privacy di sosial media dapat menentukan siapa saja orang yang dapat melihat postingan Anda. Cek secara berkala jika ada perubahan kebijakan privacy dari sosial media yang Anda gunakan. Cara mengecek yang paling mudah adalah, cobalah akses akun sosial media Anda dengan menggunakan akun orang lain. Lihat seperti apa tampilan akun kita, apa saja informasi yang terbuka untuk publik dari akun kita tersebut.

Apakah Anda juga menggunakan media sosial?

Ya, saya memiliki sejumlah akun media sosial. Seperti orang tua yang lain, saya pun gemar mengabadikan pertumbuhan anak-anak. Namun saya selektif dalam memposting foto-foto dan informasi anak secara online. Saya memilih cara konvensional untuk menyimpan history pertumbuhan anak-anak saya. Sehingga saya bisa memproteksi privacy-nya di masa depan.

Hal yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah lakukan screening terhadap informasi yang ingin diposting. Tanya kepada diri Anda sendiri, seandainya Anda berada di posisi anak Anda, apakah Anda membiarkan orang tua Anda memposting informasi tersebut? Jika hal yang kita lakukan sekarang bisa merugikan atau bahkan melukai anak kita di masa depan, apakah Anda tetap akan melakukannya?

 

 

 

Note : Artikel kiriman pembaca

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });