Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan, Kawasan Mana Paling Buruk?

Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan, Kawasan Mana Paling Buruk?

Polusi jadi pemandangan kota Jakarta

JAKARTAISNIGHT.com | Kualitas udara Jakarta menjadi sorotan saat musim kemarau sekarang ini.  Bahkan, menurut laman resmi AirVisual Kamis (1/8/2019) siang ini kualitas udara Jakarta menjadi terburuk di dunia.

Adapun kawasan yang tercatat paling buruk pada kategori tidak sehat di antara wilayah lain di DKI Jakarta adalah Kawasan Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat, yaitu pada angka 168 dengan konsentrasi perimeter PM2.5 sebesar 89 ug/m3.

Kemudian Kawasan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, menjadi yang terburuk kedua setelah Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat, yakni pada angka 164 dengan konsentrasi parameter PM 2.5 sebesar 81.7 ug/m3.

Lalu di wilayah Pegadungan, Jakarta Barat juga mencatatkan kualitas udara kategori tidak sehat dengan AQI sebesar 158, sementara konsentrasi pm 2,5 di wilayah itu adalah 69.2 ug/m3.

Sementara itu, kualitas udara di wilayah Rawamangun, Jakarta Timur, juga masih tergolong tidak sehat untuk kelompok sensitif dengan indeks kualitas udara pada angka 157 dan pm 2,5 sebesar 68.1 ug/m3.

Untuk wilayah Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, kualitas udaranya juga masih tergolong tidak sehat untuk kelompok sensitif dengan indeks 102 dan konsentrasi pm 2,5 sebesar 36 ug/m3.

Sedangkan wilayah di sekitar Kedutaan AS, Jakarta Selatan, mencatatkan kualitas udara tidak sehat dengan angka AQI US sebesar 152 dan konsentrasi pm 2,5 sebesar 58 ug/m3.

Kawasan Geloran Bung Karno (GBK), Jakarta Selatan, masih masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan angka AQI US sebesar 139 dan konsentrasi pm 2,5 sebesar 51 ug/m3.

Berbeda dengan wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat, yang mencatatkan kualitas udara cukup baik di antara wilayah lainnya dengan berada dikategori layak dengan indeks 58 dan konsentrasi pm 2,5 sebesar 70 ug/m3.

Sebelumnya, kualitas udara Ibu Kota DKI Jakarta pada Kamis siang pukul 11.30 WIB menjadi yang paling buruk atau tidak sehat dibandingkan negara-negara lainnya.

Tercatat di angka 161 atau dengan parameter PM2.5 konsentrasi 75,4 ug/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara.

Penulis: Ganest
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });