Sengketa Lahan di Bali, PT Mutiara Sulawesi Beberkan Bukti Kebohongan Christoforus Richard

Sengketa Lahan di Bali, PT Mutiara Sulawesi Beberkan Bukti Kebohongan Christoforus Richard

(Kiri-kanan) Karna Brata Lesmana bersama Ernes Ibrahim Palendeng / JakartaInsight Doc

JAKARTAINSIGHT.com | Menyanggah pernyataan Dirut PT. Nusantara Raga Wisata, Christoforus Richard (CR) Massa yang disampaikan oleh pihak kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra yang menyebut pihaknya tidak pernah melakukan transaksi jual-beli lahan SHGB No. 72/ dan SHGB No. 74/ yang berlokasi di wilayah Unggasan-Bali, Direktur PT. Mutiara Sulawesi, Ernes Ibrahim Palendeng angkat bicara.

“Terkait pernyataan Christoforus Richard melalui kuasa hukumnya pak Yusril yang menyebut pihaknya (PT. Nusantara Raga Wisata) tidak pernah menjual lahan tersebut kepada pihak siapapun itu tidak benar.” Ungkap Ernes.

Sambil menunjukan beberapa buah alat bukti berupa dokumen surat pelimpahan hak dari PT. Nusantara Raga Wisata kepada pihak PT. Mutiara Sulawesi yang ditandatangani oleh Christoforus Richard (Dirut PT. Nusantara Raga Wisata) per tanggal 26 Oktober 2005.

Dalam dokumen tersebut disebutkan, dengan adanya pelimpahan ha tersebut maka PT. Mutiara Sulawesi dapat melakukan penandatanganan Akta Jual Beli terhadap lahan-lahan yang dimaksudkan diatas. Turut pula dilampirkan sertifikat lahan yang dilimpahkan PT. Nusantara Raga Wisata kepada PT. Mutiara Sulawesi kemudian dilimpahkan kepada pihak Karna Brata Lesmana.

Selain itu, Ernes juga menunjukan dokumen tanda terima pelunasan pembayaran lahan yang dimaksudkan sebesar 4.000.000.000 (Empat Milyar Rupiah) yang diserahkan pihak PT. Mutiara Sulawesi kepada pihak PT. Nusantara Raga Wisata yang diwakilkan Harry Sapto Soepojo per tanggal 11 Oktober 2005.

Dalam kesempatan yang sama Karna Brata Lesmana selaku pihak yang membeli lahan tersebut dari PT. Mutiara Sulawesi juga menyanggah peryataan kuasa hukum CR, Yusril yang menyebut tidak ada pihak yang dirugikan dalam perkara sengketa lahan tersebut.

“Tentu saja saya selaku pihak yang ditrugikan dalam hal ini, tahun 2008 saya ditawari lahan tersebut oleh pihak PT. Mutiara Sulawesi dan setelah saya cek di BPN melalui notaris saya dan tidak ada masalah, kemudian pada 13 April 2010 BPN menerbitkan sertifikat atas nama saya Karna Brata Lesmana. Tiba-tiba ada pembatalan perjanjian antara PT. MS dan PT. NRW kok kenapa saya yang jadi korban padahal saya dalam hal ini sebagai pembeli yang beritikad baik,” ungkap Karna.

Lebih jauh Karna menjelaskan, “Sebelumnya setelah ditetapkan bersalah atas pemalsuan dokumen, pihak Christoporus Richard bersama saya dan pihak PT. MS bertemu, yang mana saat itu Christoporus minta kita berdamai, saya bilang damai seperti apa, kalau memang anda dirugikan silahkan ambil lahan tersebut, disisni saya hanya mencari keadilan, dan Christoporus hanya diam saja,” sambung Karna.

Terkait pembelaan Yusril terhadap CR, Karna menyebut, “Saya siap bertemu pak Yusril dan membuka bukti-bukti kebohongan CR. Jangan sampai pengacara sekaliber pak Yusril kena dibohongi sama CR yang jelas saya sebut sebagai mafia tanah,” tutup Karna.

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });