AP3MI Pertemukan Pengusaha dan Pemerintah Bahas Persaingan Ketat Industri Ritel

AP3MI Pertemukan Pengusaha dan Pemerintah Bahas Persaingan Ketat Industri Ritel

Gathering AP3MI

JAKARTAINSIGHT.com | Iklim usaha di sektor ritel saat ini diakui tengah terjadi persaingan ketat, seperti antara tradisional dan modern. Bukan hanya itu, tapi juga ditambah dengan hadirnya ritel e-commerce (online) menyaingi ritel konvensional (offline).

Dari ketatnya persaingan tersebut ternyata menimbulkan persoalan tersendiri, di mana pelaku ritel konvensional menyatakan tantangan industri saat ini cukup berat yang salah satunya dikarenakan perkembangan bisnis ritel online.

Chief Executive Officer (CEO) PT Lotte Mart Indonesia Joseph Buntaran mengatakan dari sisi kinerja keuangan, meski merugi, e-commerce masih tetap bisa mengembangkan bisnis. Bahkan, mendapatkan suntikan modal. Ini berbeda dengan ritel konvensional yang dituntut menjaga kinerja keuangan.

"Yang pasti kondisi saat ini sangat destruktif dan kami harus berpikir lebih ke depannya agar kami bisa survive (bertahan)," ujar Joseph dalam Gathering Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Berbeda dengan Joseph, dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan kenaikan bisnis e-commerce lebih rendah dibandingkan ritel offline.

"Tahun lalu, ritel konvensional berhasil tumbuh di rentang 7 persen-8 persen. Tahun ini, targetnya meningkat jadi 10 persen," tutur Roy.

Meski begitu, ia tidak menampik terjadi anomali. Menurutnya, konsumen cenderung memilih ritel offline dengan luasan toko lebih sempit, yakni 1.500-2.000 meter persegi.

Akibatnya, banyak ritel offline dengan luasan 5.000-6.000 meter persegi yang menyesuaikan fenomena itu dengan efisiensi hingga relokasi gerai.

Untuk menjawab tantangan pesaingnya, beberapa toko offline telah menyediakan layanan online. Ia menyebut 95 persen dari anggota Aprindo telah menyediakan layanan offline dan online.

Ia juga mengaku kehadiran lini bisnis online mendongkrak pendapatan ritel konvensional, meski jumlahnya belum signifikan.

Sementara, menurut penasehat AP3MI Yongky Susilo mengatakan berdasarkan data yang dimilikinya, penjualan toko tradisional cenderung tumbuh negatif 4 persen pada semester I 2019.

Ia juga mengatakan meski pasar tradisional mengalami pertumbuhan negatif, tapi tak ada persoalan krusial pada kelas menengah atas. Data penjualan ritel modern yang mewakili kelas menengah atas justru tumbuh 9 persen pada semester I 2019.

Jika dilihat dari laporan masing-masing pelaku usaha tadi, dapat diyakini industri ritel masih akan dapat berbicara banyak. Bahkan menurut Yongky, pertumbuhan ritel akan pulih pada semester II 2019 dan pertumbuhannya mencapai 6 hingga 9 persen.

Tapi tentunya dengan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah seperti mendorong ritel offline untuk mengembangkan inovasi termasuk mengembangkan saluran penjualan online.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Tjahya Widayanti memgatakan, sebagai regulator pemerintah tengah menyiapkan rancangan Peraturan Pemerintah tentang perdagangan melalui sistem elektronik. 

"Nantinya akan ada level playing field (kesetaraan) yang sama online dan offline," tandasnya.

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });