Produk Impor Banjiri e-Commerce Indonesia, Kominfo Singgung Pihak Distributor Agen

Produk Impor Banjiri e-Commerce Indonesia, Kominfo Singgung Pihak Distributor Agen

Ilustrasi gambar (istimewa) 

JAKARTAINSIGHT.com | Transformasi digital menjadi peluang sejumlah perusahaan e-commerce tumbuh pesat di tanah air. Namun banyaknya komposisi produk impor di menjadi anomali ditengah tumbuh pesatnya transaksi e-commerce.

Menanggapi hal tersebut, Kemkominfo yang menjadi regulator pihak pemerintah terkait lalu lintas digital angkat bicara.

Menteri Kominfo Rudiantara (RA) tidak menyangkal apabila e-commerce dengan model bisnis Business to Consumer (B2C) menjadi sarang produk impor. Akan tetapi, ia menekankan marketplace tidak sekonyong-konyong bisa disalahkan.

"Bisa iya kalau dia sifatnya B2C dan membawa barang dari luar. Kalau C2C itu justru penjual mengambil dari distributor yang mengimpor," ucapnya.

Menteri Telekomunikasi dan Informatika /istimewa 

 

Lebih lanjut RA menjabarkan bahwa banyaknya produk impor di marketplace tanah air tak bisa dipisahkan dari peran distributor agen di Indonesia.

"Distributor agen yang ada si Indonesia inilah yang kita sama-sama "ajak" untuk tidak mengimpor banyak-banyak produk luar negeri, itu dari segi tatanan regulasi," ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan, sebagai tulang punggung perekonomian, UMKM lokal perlu lebih lagi meningkatkan daya saing.

"Karena  ekonomi indonesia sejatinya umkm. Pada 2020 kami proyeksikan nilainya US$130 miliar  atau di atas 11 persen dari PDB kita. Nilai ini lebih besar dari ekonomi  negara lain di Asean," tutup Rudiantara.



Sumber : CNN Indonesia

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });