Forum Masyarakat Kota Jakarta Gelar Diskusi Publik Tentang Pembangunan Pulau Reklamasi

Forum Masyarakat Kota Jakarta Gelar Diskusi Publik Tentang Pembangunan Pulau Reklamasi

Diskusi Publik Forum Masyarakat Kota Jakarta

JAKARTAINSIGHT.com |Diskusi Publik yang di gelar oleh Forum Masyarakat Kota Jakarta menghadirkan 3 nara sumber yaitu: H. Haidar Alwi Haidar Alwi Institute (HAI), Martin Hadiwinata Ketua Harian Satuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) dan Tubagus Soleh Ahmadi (Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup DKI Jakarta (Walhi) yang di moderatori  CH. Ambong Aktivis Demokrasi & Gerakan Mahasiswa 1998.

Kisaran akhir bulan September 2018, Gabener (Gubernur DKI Jakarta) mengumumkan pencabutan izin pembangunan 13 pulau reklamasi. Drama tentang kelanjulan sebagian pembangunan reklamasi terhenti seketika.

Seakan Gabener terlihat tegas serta konsisten akan janji manisnya pada saat kampanye.

Haidar saat diskusi mengatakan,
Gabener mengatakan reklamasi telah menjadi bagian dari sejarah, tapi bukan bagian dan masa depan Jakarta. Dia mengatakannya pada 29 September 2018 lalu. Acara berlangsung di Gedung Juang 45 Jakarta Pusat, Senin(29/7/2019).

Meski mencabut izin 13 proyek, pembangunan empat pulau tetap dilanjutkan lantaran telah terbangun. Tapi, Gabener menegaskan sudah tidak ada lagi proyek reklamasi dalam bayangan masa depan Ibu Kota.

“Sebanyak 13 pulau yang izinnya dicabut di antaranya, izm Pulau A, B, dan E yang dipegang PT Kapuk Naga Indah, izm Pulau 1 dan K oleh PT Pembangunan Jaya Ancol, Izin Pulau L dan M oleh PT Manggala Knda Yudha, izin Pulau 0 dan F oleh PT. Jakarta Propertindo (Jakpro), izin Pulau P dan Q oleh KEK Marunda Jakarta, izin Pulau H oleh PT Taman Harapan Indah, serta izi Pulau 1 oleh PT Jaladri Kartika Eka Paksi," lanjut Haidar dalam diskusinya.

Sedangkan empat pulau yang tetap dipenahankan adalah Pulau C dan D millk PT Kapuk Naga Indah, Pulau G milik PT Muara wisesa Samudera, dan Pulau N milik PT Pelindo II. Khusus Pulau N, Pemprov DKI tak 1kut campur lantaran daratan buatan itu khusus untuk pelabuhan.

Proyek rekiamasi di Teluk Jakarta menjadi perbincangan hangat sepanjang 2018. Langkah Gabener mencabut 12 proyek reklamasi tak terlepas dari janjinya bersama pasangannya saat maju pada Pemilihan Gubernur DKI Jakana 2017. Pasangan yang diusung Genndra dan PKS I itu berjanji menghentikan proyek reklamasi yang digagas pendahulunya.

Tanda-tanda proyek reklamasi dihentikan sebenamya mulai terlihat usai Gabener resmi menjabat pada Oktober 2017 lalu . Perlahan Gabenar mulai menepati janjinya membatalkan reklamasi di Teluk Jakarta.

“Langkah awal yang dilakukan Gabener adalah menarikk draft Raperda RZWP3K dan RTRKSP dan DPRD DKI pada awal Desember 2017. Saat itu, Gabener mengaku memiliki keleluasaan untuk menyiapkan raperda yang lebih matang. Menurut dia, isi raperda tersebut harus menjamin kawasan pantai utara Jakarta dapat digunakan untuk kepentingan publik," terang Haidar.

Juni 2018 lalu Gabener kembali melakukan gebrakan untuk menghentikan proyek reklamasi. Gabenar menyegel seluruh bangunan yang telah berdiri di Pulau D, (7/6/2019). Berdasarkan catatan Pemprov DKI Jakarta, terdapat sekitar 932 bangunan. Di dalamnya ada 409 unit rumah, 212 unit rumah kantor (Rukan), dan 313 unit rukan-rumah tinggal.

Pulau D ini salah satu hasil reklamasi yang dikerjakan perusahaan Aguan. Pembangunan di pulau itu dan Pulau C dihentikan lantaran pengembang belum mengantongi 1MB.

Drama Reklamasi Teluk Jakarta terhenti (Embargo). Langkah penyegelan yang dilakukan Gabener itu diikuti dengan keluarnya Pergub Nomor 58 Tahun 2018 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Koordinasi dan pengolahan reklamasi pantai utara Jakarta.

Lewat aturan terebut dibentuk Badan Koordinasi dan Pengelolaan Reklamasi Pantai Utara Jakarta atau BPK Pantura Jakarta.

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });