Eks Ketua TKD Jokowi-Maruf Depok Ungkap Kriteria Wajib Calon Walikota Baru Depok 2020

Eks Ketua TKD Jokowi-Maruf Depok Ungkap Kriteria Wajib Calon Walikota Baru Depok 2020

Mantan Ketua TKD Jokowi-Ma'ruf Kota Depok, Dr. Ilyas Indra / foto:JakartaInsight doc

JAKARTAINSIGHT.com | Menyusul berakhirnya Pilpres 2019, TKN dan TKD Jokowi-Ma’ruf resmi dibubarkan. Kendati demikian, komunikasi antar partai di koalisi pendukung dipastikan masih akan berlanjut.

 Salah satunya seperti yang dilakukan TKD 01 Depok beberapa waktu lalu di Hotel Bhumi Wiyata Kota Depok, (25/7/2019)., bertepatan dengan pembubaran TKD Depok, turut pula digelar forum diskusi Celoteh Kopi Sore yang kali ini mengusung tema ‘Mencari Pemimpin Untuk Depok Maju’ yang mengulas terkait kriteria sosok pemimpin (walikota) yang tepat memimpin kota Depok di 2020 mendatang.

 Kegiatan Celoteh Kopi Sore ini merupakan inisiasi dari Ilyas Center bersama Beranda Mas Towel yang rencananya akan rutin diselenggarakan setiap pekan.

“ Usai penetapan pasangan Jokowi-Ma’ruf yang kami usung, hari ini secara resmi TKD Depok juga dibubarkan. Kendati demikian, kami sesame partai koalisi di Depok akan terus menjalin komunikasi dan silaturahmi mengawal pemerintahan pak Jokowi kedepan,” ujar Ilyas.

“Salah satu bentuk komunikasi yang dijalin antar anggota partai koalisi 01 di kota Depok antara lain dengan menggelar diskusi seperti Celoteh Kopi Sore yang kedepan akan rutin kami adakan setiap minggunya, tentu dengan topic ydan pembicara yang berbeda-beda pula,” ungkapnya.

 

Syafii Efendi. SE.MM (Presiden Pemuda OKI) bersama  Dr.Ilyas Indra (Ilyas Indra Center)

 

Terkait pembahasan diskusi Mencari Pemimpin Untk Depok Maju, hadir sebagai pembicara diantaranya Dr.Ilyas Indra (Ilyas Indra Center), Yori Yapano .Ssos (aktivis), Syafii Efendi. SE.MM (Presiden Pemuda OKI) serta perwakilan dari Polteknik Negeri Jakarta.

Mewakili kalangan generasi muda, Syafii Efendi dalam kesempatan tersebut mengungkapkan dalam logika Politik bagaimana mengelola gelombang. Siapa yang mampu membuat gelombang dan mempertahankan sampai dihujungnya akan memenangkan pertandingan.

"Gelombang ini tanggung jawab kita yang harus peduli dengan Kota Depok. Kita sama-sama harus memiliki responsibility utk tanggung jawab daerah kita. Kita tidak boleh tidak peduli dengan wilayah sendiri," ujar Syafii.

Melihat potensi serta serapan APBD kota Depok, Syafii menganggap pembangunan di Depok belum signifikan dan lambat. Untuk itu perlu adanya pemimpin baru yang progresif serta memiliki energy yang kuat karena jutaan orang yang dipimpinnya membutuhkan kekuatan leadership yang bukan hanya bicara tentang kelompok, tetapi tentang seseorang yang memiliki daya nalar yang sangat-sangat tinggi untuk menggerakkan orang lain. Itu sebagai level tertinggi yang dinamakan level inspiration.

"Butuh keberanian. Butuh kebijaksanaan untuk melihat potensi yang ada di anak-anak muda khususnya untuk Depok. Dan secara pribadi saya mendukung program-program dari Dr. Indra yang terus berkontribusi dan memikirkan bagaimana ke depannya."

"Jadi idealnya adalah dia punya progresif action yang tidak bisa terkotak-kotak. Kemudian dia harus punya energi baru yang diperbaharui. Dia tidak bisa kaku, karena kota Depok ini dekat dengan Jakarta yang tingkat perubahan itu sangat cepat. Jadi kalau orangnya kaku kotanya akan tertinggal," sambung Syafii.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ilyas Indra menambahkan, Menurut Ilyas, banyak aspek yang menjadi fokus central kota Depok salah satunya tentang pemerataan pembangunan. Kota Depok yang mempunyai 11 kecamatan saat ini rancangan pembangunannya belum tertata secara rapi. Saat ini Depok masih tersentral pada kecamatan Beji Margonda saja.

Ilyas berharap Depok dapat memperoleh Pemimpin yang bisa membangun kerja nyata kedepan, yang ketika dia selesai memimpin itu bisa terasa ada hasilnya.

“Saat ini Depok belum melakukan itu, dia (pembangunan Depok) masih tersentral di satu titik. Selain itu Depok belum memiliki Rumah sakit yang berkelas. Kalau BPJS kemarin tidak dibantu rumah sakit di luar pemda tentu akan merepotkan masyarakat (mendapatkan layanan kesehatan-red). Untungnya kita ada rumah sakit Bhayangkara dan rumah sakit lainnya yang menerima BPJS. Sehingga, infrastruktur lulusan kesehatan bermasalah,” tambah Ilyas

"Dibutuhkan rencana bangun kota yang cukup panjang dan dibutuhkan pemimpin baru yang bisa merancang dengan semua aspek itu. Kota Depok belum memiliki pemimpin yang dapat meninggalkan suatu produk yang bisa menjadi kesan bagi pemimpin selanjutnya,” ujar Ilyas.

padahal untuk membangun itu menurutnya tidak sulit, Ilyas mencontohkan, misalnya saja Kali Ciliwung yang melewati Depok ini saja belum pernah disentuh, di bantaran Kali Ciliwung yang melintas Kota Depok memerlukan suatu proses pembersihan.

"Nah selesai dibersihkan dan rapih kan program ini bisa berbekas, keliatan ada kesan bagi Masyarakat," imbuhnya.

 

 

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });