Belum Tahu Empal Gentong Jagoan Kuliner Cirebon? Begini Ceritanya!

Belum Tahu Empal Gentong Jagoan Kuliner Cirebon? Begini Ceritanya!

Empal Gentong (Istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Jika kita pergi melakukan perjalanan ke daerah-daerah di Nusantara pasti yang menjadi objek buruan selain tempat wisata adalah kulinernya. Seperti Cirebon misalnya, kota di Jawa Barat ini salah satu kuliner yang terkenal adalah Empal Gentong.

Hampir dipastikan pendatang yang berkunjung ke Cirebon penasaran untuk mencicipi kuliner yang memiliki nama unik ini. Makanan ini mirip dengan gulai yang dimasak dengan menggunakan kayu bakar di dalam sebuah gentong terbuat dari tanah liat.

Hanya saja jika gulai pada umumnya yang digunakan adalah daging sapi atau kambing murni, sedangkan empal gentong ditambahkan menggunakan usus dan babat.

Meski kebanyakan orang yang telah menginjakkan kakinya di Cirebon ini telah mencicipi empal gentong, namun tidak banyak dari mereka mengetahui dari daerah mana atau mengapa dinamakan empal gentong. Mari simak ulasannya!

Empal Gentong berasal dari desa Battembat, kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Namanya sendiri memang sesuai dengan bahan utama racikan hidangan berkuah asal Cirebon ini.

Nama empal menunjukkan bahan utamanya memang daging sapi dengan sedikit lemak. Sedangkan sebutan gentong untuk menunjukkan proses memasaknya menggunakan kuali atau periuk tanah liat.

Istilah empal di Cirebon adalah gulai, bukan gepuk atau dendeng. Disebut demikian karena dimasak paling sedikit lima jam menggunakan gentong dengan bahan bakar khusus yaitu kayu dari pohon asam.

Hal itu guna menciptakan rasa dan tingkat keempukan daging, serta cara masak yang seperti itu bertahan turun temurun dan kuali yang digunakan pun sudah bertahun-tahun hingga memberikan sentuhan rasa sedap yang tak mungkin didapat bila memasak dengan cara berbeda.

Penyajiannya juga terbilang unik dengan api yang harus tetap membara untuk menjaga suhu makanan standar. Empal gentong bisa disajikan bersama lontong atau juga nasi.

Paduan daun kucai sebagai penyedap sekaligus penetralisir lemak serta sambal cabai kering dan kerupuk rambak (kerupuk kulit kerbau) menambah khas masakan ini.

 

Penulis: Ganest
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });