Alasan Kenapa Wanita Lebih Rentan Terserang Penyakit Tiroid

Alasan Kenapa Wanita Lebih Rentan Terserang Penyakit Tiroid

Ilustrasi gambar : Wanita lebih rentan terkena penyakit tiroid dibandingkan pria / istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Penyakit tiroid adalah berbagai gangguan atau masalah yang terjadi pada kelenjar tiroid. Kelenjar yang terletak di bawah jakun ini bertugas mengatur berbagai sistem metabolisme dalam tubuh sehingga perannya sangat penting bagi manusia.

Penyakit ini menyerang kelenjar yang menghasilkan hormon tiroid. Berada di area leher, kelenjar berbentuk serupa kupu-kupu ini memiliki banyak fungsi untuk tubuh.

Indonesia saat ini menempati posisi tertinggi di Asia Tenggara dengan sekitar 17 juta masyarakat penderita gangguan tiroid, dan sekitar 6,5 persen penduduk diperkirakan hidup dengan gangguan tiroid.

Kendati bisa terjadi pada siapa dan usia berapa pun, faktanya, wanita usia produktif lebih rentan mengalami gangguan tiroid ini dibandingkan kaum adam. Hal tersebut seperti disampaikan oleh pakar endokrin, dr Fatimah Eliana Taufik dalam diskusi media di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (17/7).

"Penyakit tiroid banyak diderita perempuan usia produktif dan anak-anak dikarenakan hormon estrogen lebih banyak ditemukan pada tubuh wanita dibanding pria," ujarnya.

Kadar hormon tiroid yang terlalu tinggi atau terlalu rendah yang terjadi dalam sebagian besar kasus penyakit tiroid, dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti:

  • Masalah pada kelenjar hipofisis atau hipotalamus di otak.
  • Kelenjar tiroid yang rusak, misalnya karena pajanan radiasi.
  • Pengaruh obat yang mengandung litium (Li).
  • Operasi pengangkatan kelenjar tiroid.
  • Kadar iodin yang berlebihan dalam tubuh.

Proses diagnosis penyakit tiroid membutuhkan beberapa langkah pemeriksaan yang mendetail. Jenis pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan darah, USG, pemindaian dengan isotop radioaktif, serta biopsi melalui aspirasi jarum halus.

Untuk pengobatannya sendiri, ada tiga cara yang biasanya dilakukan dalam penanganan penyakit tiroid, yaitu pemberian obat-obatan, terapi ablasi iodium radioaktif, dan/atau prosedur operasi. Terapi ablasi iodium biasanya dilakukan pada kasus hipertiroidisme yang sulit terkontrol dengan pemberian obat-obatan.

Operasi yang biasanya dilakukan pada penyakit tiroid adalah operasi pengangkatan kelenjar tiroid atau tiroidektomi. Prosedur ini bisa dilakukan untuk mengangkat kelenjar tiroid yang membesar atau benjolan yang terdapat di dalam kelenjar.

 

 

 

berbagai sumber.

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510680910rohingya-exp-slide-4A9Q-superJumbo.jpg
INTERNASIONAL
1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510729521Mayjen-TNI-Doni-Monardo.jpg
NASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });