Termasuk Indonesia, Dunia Perangi Kanker dengan Inovasi Pengobatan

Termasuk Indonesia, Dunia Perangi Kanker dengan Inovasi Pengobatan

Ilustrasi sel kanker (istimewa)

 

JAKARTAINSIGHT.com | Para ahli dan ilmuwan di seluruh dunia terus berupaya menemukan obat yang benar-benar ampuh dalam mengatasi kanker. Sebab obat yang ada saat ini belum menjamin bisa menyembuhkan kanker 100 persen.

Kondisi kanker sendiri baik di dunia atau Indonesia semakin kemari semakin mengkhawatirkan, bahkan penderitanya pun makin meningkat.

Untuk saat ini, pengobatan kanker yang tersedia adalah operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi. Beberapa waktu belakangan juga tengah populer yang namanya imunoterapi. Hanya saja masih terus dilakukan penelitian terhadap pengobatan baru tersebut.

BBC melansir, tim ilmuwan dari Amerika Serikat mengklaim telah menemukan obat khusus yang dapat membantu tubuh menghancurkan sel-sel kanker!

Menurut jurnal Nature Biomedical Engineering, perawatan ini mampu meningkatkan kemampuan sel darah putih yang disebut makrofag, untuk memakan sel kanker jahat yang tidak diinginkan tubuh.

Itu terbukti lewat penelitian yang dilakukan pada kelompok tikus percobaan.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan terapi ini cukup efektif pada kasus tumor payudara dan kanker kulit yang agresif.

Selain itu, belum lama ini sekelompok peneliti di Inggris berhasil menemukan obat yang dapat menghancurkan tumor dalam enam penyakit kanker berbeda. Obat baru ini disebut dapat memperpanjang kelangsungan hidup penderita kanker.

Obat kanker yang dikenal dengan Tisotumab vedotin (TV) ini menggunakan pendekatan Trojan Horse atau kuda Troya, sebuah pendekatan menghancurkan tumor dari dalam. Obat ini menggabungkan obat yang digunakan dalam kemoterapi dengan antibodi.

"Yang sangat menarik tentang perawatan ini adalah bahwa mekanisme kerjanya benar-benar baru, bertindak seperti kuda Troya untuk menyelinap ke sel kanker dan membunuh mereka dari dalam," kata pemimpin penelitian dari Institute of Cancer Research, Profesor Johann de Bono, dikutip dari Independent.

Peneliti tersebut berhasil melakukan tes manusia tahap awal untuk obat ini. Hasilnya, obat ini berhasil menghentikan atau mengecilkan tumor pada pasien kanker yang boleh dibilang sudah tak punya harapan lagi karena tak bisa menerima obat standar.

Tak hanya para ahli dari luar negeri, Indonesia juga berhasil menemukan beberapa obat untuk kanker.

Salah seorang pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) merekomendasikan 10 tanaman yang mampu menjadi obat herbal penyakit kanker. Tanaman tersebut telah teruji secara ilmiah memiliki senyawa aktif yang dapat membunuh sel kanker.

Kesepuluh tanaman tersebut adalah tapak dara (Vinca rosea), taxol (Taxus sp), lempuyang wangi (Zingiber zerumbet), temu kunci (Boesenbergia pandurata), melinjo/tangkil (Gnetum gnemon), daun sirsak (Annona muricata), bawang tiwai (Eleuthrine americana), keladi tikus, biji dari buah anggur, dan propolis (dari lebah madu).

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });