Rontok di MK Prabowo-Sandi Ajukan Kasasi Pilpres ke MA, Berikut Tanggapan Yusril

Rontok di MK Prabowo-Sandi Ajukan Kasasi Pilpres ke MA, Berikut Tanggapan Yusril

Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra pede kasasi pilpres Prabowo-Sandi bakal kembali ditolak

foto (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Putusan MK yang membatalkan permohonan gugatan dugaan kecurangan TSM yang diajukan kubu BPN Prabowo-Sandi sejatinya sudah mengakhiri sengketa Pilpres 2019. Pihak KPU selaku juga secara resmi telah mengumumkan pasangan Jokowi-Ma'ruf sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024.

Meski mengakui putusan MK, namun kubu Prabowo-Sandi kembali mengajukan kasasi perkara pelanggaran administrasi terstruktur, sistemstis dan masif (TSM) pada Pilpres 2019 ke Mahkamah Agung.Kasasi tersebut diketahui telah terdaftar dengan nomer 2P/PAP/2019 tanggal 3 Juli 2019 lalu. 

Sebelumnya, MA juga sudah menolak gugatan BPN dengan Bawaslu sebagai pihak terlapor. Gugatan tersebut ditolak karena menurut MA objek gugatan bukanlah pelanggaran administrasi pemilu (PAP). Dalam perkara PAP ini, pemohon bukanlah calon presiden dan calon wakil presiden.

Selain itu, objek yang diperkarakan bukanlah keputusan KPU, melainkan keputusan Bawaslu yang menyatakan permohonan adanya TSM tidak diterima. MA tidak menerima gugatan tersebut karena objek gugatan bukanlah pelanggaran administrasi pemilu (PAP). 

Sedikit berbeda, gugatan kali ini tidak lagi dilayangkan oleh Djoko Santoso selaku Ketua BPN 02 seperti sebelumnya. Namun dilakukan langsung oleh Prabowo-Sandi yang memberi kuasa kepada Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Nicholay Aprilindo Associates.

Merespon pengajuan kasasi Prabowo-Sandi di MK tersebut, Ketua Tim Hukum Jokowi-Maruf, Yusril Ihza Mahendra kembali berkomentar. Ketum PBB (Partai Bulan Bintang) ini lagi-lagi meyakini MA akan kembali menolak kasasi tersebut.

"Sangat aneh kalau tiba-tiba, Pemohonnya diganti dengan Prabowo dan Sandiaga tetapi langsung mengajukan kasasi, sementara keduanya sebelumnya tidak pernah berperkara," tutur Yusril melalui siaran pers, Selasa (9/7).

"Permohonan ulang atas perkara ini seharusnya diajukan kembali ke Bawaslu sebagai 'pengadilan' tingkat pertama. Jika perkara ditolak Bawaslu, barulah mereka ajukan kasasi ke MA," lanjut Yusril.

Yusril juga menganggap pengajuan kembali kasasi atas dugaan pelanggaran TSM ke MA juga sudah tidak relevan. Alasannya, karena pemohon dan permohonan yang sama sudah pernah diadili di level Mahkamah Konstitusi (MK).

"Seharusnya semua pihak menghormati Putusan MK dan tidak melakukan upaya hukum lain lagi, termasuk melakukan kasasi ke Mahkamah Agung," tambah Yusril seperti dikutip laman CNN Indonesia.

Direktur Bidang Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad secara tegas membantah kasasi tersebut dilakukan oleh pihaknya. Dasco bahkan menyebut pihak Prabowo-Sandi tidak mengetahui hal tersebut.

"Saya sudah konfirmasi, Pak Sandi tidak tahu. Nanti akan dibicarakan dengan Pak Prabowo secepatnya," ungkap Dasco.

Wakil Ketua Umum Gerindra tersebut menduga kasasi tersebut dilakukan oleh tim kuasa hukum Prabowo-Sandi tanpa berkordinasi dengan pihaknya.

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });