Koalisi Adil Makmur Bubar, PKS Gabung ke Pemerintah?

Koalisi Adil Makmur Bubar, PKS Gabung ke Pemerintah?

Suhud Aliyudin (Istimewa)

 

JAKARTAINSIGHT.com | Mahkamah Kontstitusi (MK) telah memutus perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 dengan menolak seluruh gugatan dari pasangan capres 02 Prabowo-Sandiaga Uno pada Kamis 27 Juni.

Sehari selang putusan MK, Prabowo Subianto membubarkan Koalisi Adil Makmur dalam rapat bersama para petinggi partai pengusungnya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

Usai pembubaran Koalisi Adil Makmur PKS sebagai salah satu pendukung utama koalisi belum menentukan sikap politik secara resmi ke depannya, apakah tetap menjadi oposisi bersama mitra koalisi Partai Gerindra atau bergabung bersama koalisi pemerintah.

"Kami belum bisa menentukan saat ini. Keputusan tentang sikap partai untuk bergabung atau tidak akan diputuskan pada sidang Majelis Syuro PKS," ujar Direktur Pencapresan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin, Senin (1/7/2019).

Menurutnya, Majelis Syuro PKS merupakan lembaga tertinggi pengambil kebijakan partai. Tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat akan dilakukan sidang Majelis Syuro. Salah satunya yakni untuk merespons perkembangan politik pascapilpres 2019.

Sementara terkait tawaran kursi kementerian atau ajakan untuk bergabung ke dalam pemerintahan secara langsung, Suhud, mengakui belum ada.

Pada periode 2014-2019 PKS sendiri berada di oposisi bersama Partai Gerindra hingga pada akhirnya kembali berkoalisi untuk Pilpres 2019.

"Kalau tawaran yg dilakukan secara langsung ke pihak kami belum ada. Tapi, kalau tawaran yang disampaikan melalui pihak lain ada," tutur Suhud.

Sebelumnya, Anggota Dewan Majelis Syuro PKS Aboe Bakar Alhabsyi tidak yakin jika Gerindra akan menerima tawaran kubu 01 untuk gabung ke dalam koalisi pendukung pemerintah.

Menurutnya, bagaimana pun fungsi oposisi itu sangatlah penting. Alhabsyi juga menyayangkan jika nantinya Gerindra bergabung ke koalisi pendukung Jokowi Widodo.

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });