Berikut Sejumlah Dalil Gugatan Kubu Prabowo yang Dipatahkan Majelis Hakim MK

Berikut Sejumlah Dalil Gugatan Kubu Prabowo yang Dipatahkan Majelis Hakim MK

Foto ilisutrasi : Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sidang gugatan capres 02 Prabowo-Sandiaga (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Bak jatuh tertimpa tangga, setelah sebelumnya gugatan ditolak Mahkamah Agung, lagi-lagi kubu capres 02 Prabowo-Sandi harus menerima kenyataan pahit dimana sejumlah dalil gugatan terkait sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi kembali ditolak Majelis Hakim MK, Kamis (26/6).

Kendati sidang masih diskors, selama kurang lebih 3,5 jam majelis hakim MK bergantian membacakan putusan gugatan tim hukum Prabowo, tercatat sejumlah dalil yang ditolak MK, diantaranya ;

1. Dalil money politics yang dilakukan kubu capres 01, Jokowi - Ma'ruf

hakim Arief Hidayat mengatakan, Dalil pemohon a quo tidak beralasan menurut hukum." Selain tidak dapat membuktikan secara jelas tidak apakah hal-hal yang didalilkan itu mempengaruhi perolehan suara masing-masing capres, dalam persidangan Arief juga menyebut, tidak terungkap apakah pemohon sudah melaporkan dugaan pelanggaran yang didalilkan itu kepada Bawaslu atau belum.

"Dalam hal persidangan juga tidak terungkap fakta apakah pemohon telah mengadukan hal-hal yang didalilkan tersebut sebagai modus lain dari money politics atau vote buying kepada Bawaslu," ujar Arief.

2. Dalil yang disampaikan saksi 02 Tri Hartanto terkait deklarasi Bupati Karanganyar

Dalil tersebut ditolak majelis hakim MK karena dianggap tidak masuk dalam permohonan tim hukum 02. "Saksi pemohon yang bernama Tri Hartanto pada intinya menerangkan adanya deklarasi Bupati Karanganyar untuk paslon 01. Namun setelah Mahkamah memeriksa dalil-dalil pemohon, ternyata tidak ditemukan adanya dalil yang mengaitkan secara khusus dengan Bupati Karanganyar, juga tidak ditemukan dalam permohonan pemohon maupun keterangan pemohon dalam persidangan apakah pernyataan deklarasi mendukung paslon 01 oleh Bupati Karanganyar tersebut telah dilaporkan pada Bawaslu atau tidak," ungkap hakim Wahiduddin Adams.

3. Dalil terkait ketidaknetralan aparat

Giliran hakim Aswanto yang membacakan, "Mahkamah berpendapat dalil pemohon a quo tidak beralasan hukum." Aswanto menyampaikan tim Prabowo-Sandiaga, tidak memberikan bukti meyakinkan soal dalil ketidaknetralan aparatur negara. Bukti pemohon yang diperiksa adalah surat, video, dan keterangan saksi.

4. Dalil terkait materi slide 'Kecurangan bagian dari demokrasi'

Lagi-lagi hakim Wahidin Adams menolak dalil tersebut. Saksi kubu Prabowo, Hairul Anas juga tak bisa menerangkan materi slide'Kecurangan Bagian dari Demokrasi', saksi tidak dapat merinci bentuk kecurangan apa yang diajarkan dalam acara ToT itu.

"Dalam ToT tersebut terdapat slide yang berisi 'Kecurangan Bagian dari Demokrasi', tapi saat ditanya apakah saksi dilatih melakukan kecurangan dan saksi menjawab 'tidak'."

Hakim Wahidin Adams juga menjelaskan perihal ToT tidak didalilkan oleh pemohon, maka tidak ada relevansinya bagi permohonan pemohon.

5. Dalil ajakan pendukung 01 berbaju putih ke TPS

Menurut Mahkamah, selama persidangan, tidak ada fakta yang menunjukkan adanya intimidasi yang disebabkan ajakan mengenakan baju putih. "Oleh karena itu, dalil pemohon a quo tidak relevan dan karenannya harus dikesampingkan," ucap hakim Arief Hidayat.

Dalam sidang, hakim konstitusi Manahan MP Sitompul terkait pelanggaran administratif yang bersifat TSM dalam pemilu merupakan kewenangan Bawaslu sesuai Pasal 20 Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2018. 

"Bahwa berdasarkan pertimbangan di atas telah terang bahwa kewenangan untuk menyelesaikan pelanggaran administratif pemilu yang bersifat TSM ada di tangan Bawaslu," ungkap hakim Manahan Sitompul.

Sementara video pembukaan kotak suara di parkiran Alfamart, hakim MK menganggap kualitas bukti itu tidak valid karena tak ada keterangan tambahan terkait video tersebut. Menurut Aswanto, tidak dijelaskan juga korelasi video itu dengan perolehan suara capres 01 dan capres 02.
"Validitas video itu diragukan. Pemohon tidak menjelaskan apa hubungan suara dengan perolehan suara yang diperoleh paslon 01 atau paslon 02," ujar hakim Aswanto.

 

 

berbagai sumber

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });