Mitos Perawatan Kulit dengan Laser yang Perlu Dipahami

Mitos Perawatan Kulit dengan Laser yang Perlu Dipahami

Istimewa

 

JAKARTAINSIGHT.com | Memiliki penampilan yang sempurna saat berinteraksi di depan umum sudah menjadi keinginan setiap orang terutama kaum wanita. Untuk itu segala upaya pun dilakukan guna dapat tampil maksimal.

Tingginya kebutuhan akan perawatan tubuh dalam menyempurnakan penampilan membuat para praktisi kecantikan menghadirkan berbagai metode perawatan mulai dari sederhana hingga berteknologi canggih.

Salah satunya adalah perawatan kulit dengan menggunakan teknologi laser. Penggunaan teknologi ini dipercaya dapat mengatasi berbagai permasalahan kulit dengan cepat dan minim efek samping.

Tapi sayangnya banyak mitos beredar seputar laser yang membuat masyarakat gagal paham dan menjadi kontroversi.

Contohnya seperti anggapan bahwa perawatan kulit dengan laser akan menimbulkan ketergantungan.

Faktanya tidak demikian, menurut dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Kardiana Purnama Dewi, Sp. KK yang dikutip dari Tempo, Jumat (21/6/2019), dikatakan bahwa anggapan tersebut tidaklah benar atau hanya mitos.

"Kalau kita menggunakan laser yang baik untuk peremajaan dan pencerahan kulit, maka mitos itu sama sekali tidak benar. Jika tidak dilakukan lagi akan stop di situ, bukan menjadi lebih buruk," ungkapnya.

Kemudian ada lagi yang menyebutkan perawatan laser justru akan membuat pigmen kulit menjadi lebih hitam. Hal ini menurut dokter Dewi karena flek yang ditembak laser akan mengering dan terlihat menghitam.

"Ini yang harus diedukasi. Laser ke pigmen itu mengering jadi seperti koreng, maksimal hilang 5-7 hari," ujarnya.

Mitos berikutnya disebutman bahwa usai melakukan laser kulit akan menghitam di bawah sinar matahari. Hal ini menurut dokter Dewi ada benarnya, karena saat berjemur pigmen melanin mencoba memproteksi.

"Makanya perlu menggunakan tabir surya dan pelembab itu, untuk membuat penyembuhan (usai laser) lebih cepat," kata dokter Dewi.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa perawatan laser yang dilakukan secara benar tidak menimbulkan efek samping yang serius, "hanya kemerahan pink."

Pada mereka yang memiliki kulit yang sensitif, energi laser yang berlebihan bisa menimbulkan warna merah pada kulit disertai bentol dan rasa gatal. Namun, hal ini bisa diatasi dengan krim anti-iritasi.

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });