Putus Kerja Sama dengan Google, Bagaimana Nasib Huawei di Indonesia?

Putus Kerja Sama dengan Google, Bagaimana Nasib Huawei di Indonesia?

Ponsel Huawei P30 (Istimewa)

 

JAKARTAINSIGHT.com | Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China membawa dampak yang luas hingga membuat Huawei Technologies Co. Ltd. dan 70 perusahaan afiliasi lainnya menjadi korban.

Seperti diketahui, AS telah melarang bisnis 5G Huawei dan memasukan Huawei ke dalam daftar hitam. Selain itu disusul juga pemutusan kerja sama oleh Google yang notabene perusahaan asal AS.

Artinya, Huawei dilarang membeli perlengkapan dan komponen dari perusahaan di AS tanpa persetujuan pemerintah Donald Trump.

Lebih jauh lagi, Presiden AS Donald Trump juga melobi negara-negara lain untuk tidak menggunakan peralatan Huawei dalam jaringan 5G generasi terbaru karena masalah keamanan.

Trump menganggap Huawei sebagai perpanjangan tangan pemerintah Tiongkok dalam meretas keamanan nasional masing-masing negara.

Jika demikian, lalu bagaimana nasib Huawei di Indonesia? Karena ada kekhawatiran pengguna akan langsung terkena dampaknya.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Janu Suryanto, mengatakan, saat ini bisnis Huawei di Indonesia masih berjalan lancar dan Huawei masih bisa berjualan produk-produknya di pasar Indonesia.

Masalah Huawei dengan pemerintah Amerika Serikat lebih nampak sebagai politik dagang yang dilancarkan pemerintahan Trump dengan Tiongkok.

"Itu kan masalah keamanan. Mungkin itu politik dagang. Huawei dilarang Amerika Serikat, di kami sih sebenarnya belum ada efek apa-apa,” kata Janu.

Sementara terkait pemutusan kerja sama Google terhadap Huawei, Janu meyakinkan para pengguna ponsel Huawei di Indonesia untuk tidak khawatir.

Produk Huawei yang sudah ada di tangan konsumen maupun stok di gudang masih bisa memperoleh pembaruan software Android dari Google.

"Untuk yang existing masih bisa dapat update, yang sudah ada di pasar atau stok di gudang. Tapi untuk [software] produk baru Huawei yang nanti mau diproduksi, itu yang dihentikan oleh Google. Sebenarnya itu tergantung pertemuan Trump - Xi Jinping lagi. Belum tentu juga, bisa saja nanti ketemu hasil negosiasinya beda lagi," terang Janu.

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });