Jelang Sidang MK Fahri Hamzah Minta Agar Prabowo Bicara Tim Mawar, Begini Respon Gerindra!

Jelang Sidang MK Fahri Hamzah Minta Agar Prabowo Bicara Tim Mawar, Begini Respon Gerindra!

Wakil Ketua DPR RI, Fahri.Hamzah. (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Mantan politikus PKS yang juga Wakil Kerua DPR, Fahri Hamzah, meminta agar Prbowo bicara terkait Tim Mawar. Hal ini dikatakannya melalui  akun intagramnya (Fahri Hamzah).

Jelang bergulirnya sidang gugatan Pilpres 2019, Fahri menyerukan secara pribadi kepada Prabowo terkait masalah Tim Mawar, yang kembali menjadi atensi publik setelah dikaitkan dengan kerusuhan 22 Mei dalam pemberitaan majalah Tempo beberapa waktu lalu. 

Sebagai Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Prabowo Subianto, yang merupakan mantan Danjen Kopassus mengungkap kisah Tim Mawar. 

Namun usulan Fahri ini justru ditentang oleh para pengurus Partai Gerindra, partai besutan Prabowo.

Dalam cuitannya, Fahri meminta Prabowo mengungkap kisah Tim Mawar karena dia ingin eks Danjen Kopassus itu meluruskan sejumlah isu terkait masa lalu. Dia memandang itu merupakan pekerjaan rumah bagi capres nomor urut 02 tersebut, terlebih menjelang sidang gugatan Pilpres 2019 di MK.

"Kalau saya jadi Pak Prabowo, ini waktunya bicara. Sudah cukup 21 tahun diam soal-soal yang dituduhkan kepadanya. Undang media, buka semua kejadian di masa lalu, agar publik mendapat pencerahan dari prinsip liput kedua sisi (cover both side). Ini PR Pak Prabowo," kata Fahri lewat akun Instagram-nya. (detikcom)

Menanggapi usulan Fahri ini, Desmond J Mahesa yang merupakan politikus Partai Gerindra dan juga mantan aktivis '98 mengatakan bahwa suatu usulan boleh ditanggapi ataupun tidak ditanggapi. 

Desmon menerka andai Prabowoberbicara kisah Tim Mawar, kemunkinan akan ada pihak-pihak yang tak akan percaya. 

"Yang jadi soal, kalau Prabowo mengungkap misalnya, usul ini Pak Prabowo oke, itu kan pengakuan sepihak oleh Pak Prabowo. Pihak sebelah percaya nggak? Ya kalau pihak sebelah nggak percaya ya akhirnya kayak pengakuan Agum Gumelar, yang penculikan. Ya tapi dia tidak memberikan testimoni," kata Desmond.

Desmon yang saat ini bertugas sebagai Anggota Komisi III DPR itu lebih ingin negara bertindak untuk memperjelas sejarah. Menurutnya, negara bertanggung jawab. 

"Dikembalikan ke peradilan HAM atau dicarikan solusi kebenaran yang terbaik bagi bangsa ini. Jadi jangan sampai seolah-olah pelanggaran HAM ini cuma karena korban, itu kesalahan besar. Pelanggaran HAM ini adalah ketidakmampuan negara melindungi warga negaranya. Ini kan di situ inti persoalannya, itu baru HAM, gitu lo," ucap Desmond.

Selain Desmond, petinggi Partai Gerindra lainnya,Habiburokhman menyatakan pendapat serupa soal usul Prabowo berbicara kisah Tim Mawar. Menurutnya, kasus Tim Mawar tak melibatkan Prabowo dan semuanya sudah selesai lewat pengadilan.

"Saya kurang sependapat. Soal Tim Mawar itu sudah selesai dengan putusan pengadilan 1999. Orang-orang yang bersalah sudah dihukum dan clear nggak ada hubungan dengan Pak Prabowo sama sekali, case closed," sebut Habiburokhman.

Dalam pengakuannya, Habiburokhman mengatakan bahwa dirinya juga punya pengalaman dikejar aparat saat menjadi aktivis mahasiswa pada 1998. Kini, dia mengaku bersahabat dengan eks Tim Mawar. 

"Saat ini sudah era yang berbeda. Sebagai contoh, saya yang dahulu aktivis mahasiswa '98 dikejar-kejar aparat, sekarang bersahabat dengan mantan komandan Tim Mawar, Mas Bambang Kristiono, dan kami sama-sama memenangkan Pak Prabowo di dapil kami masing-masing," ucapnya.

 

Penulis: Iwan
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });