Banyak Santan di Hidangan Lebaran, Berikut Mitos dan Faktanya!

Banyak Santan di Hidangan Lebaran, Berikut Mitos dan Faktanya!

Opor Ayam (Istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Merayakan Idul Fitri sudah menjadi tradisi untuk menghidangkan menu khas dengan didominasi oleh santan, seperti Opor Ayam, Sayur Pepaya, Rendang, dan lainnya.

Sebagian orang memperhatikan menu-menu tersebut karena mempercayai bahwa santan bisa membawa efek buruk bagi kesehatan hingga mereka menjaga jarak dan memilih menu yang lain untuk disantap.

Padahal momen Lebaran akan terasa kurang tanpa hidangan-hidangan lezat spesial Hari Raya tersebut. Nah jika Anda termasuk orang yang takut menyantap hidangan bersantan, baiknya simak informasi berikut!

Santan adalah cairan kental atau bisa dibilang ekstrak dari daging buah kelapa yang dibuat dengan diparut dan dicampur bersama air lalu diperas. Memiliki rasa yang gurih agak sedikit manis, maka santan kerap digunakan untuk memasak berbagai jenis hidangan bahkan diolah sebagai minuman.

Sayangnya banyak beredar mitos yang menyebutkan bahwa santan berbahaya bagi kesehatan juga bisa membuat tubuh menjadi gemuk, salah satunya karena mengandung lemak jenuh yang tinggi. Padahal sebenarnya banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari santan.

Mitos juga menyebutkan santan bisa bikin gemuk karena memiliki kandungan lemak jenuh yang sangat tinggi bahkan melebihi dari susu sapi murni dan akan menumpuk pada tubuh hingga membuah Anda lebih cepat gemuk.

Faktanya adalah, memang benar kandungan lemak jenuh pada santan cukup tinggi, tapi perlu diingat bahwa jenis lemak jenuh pada santan adalah trigliserida rantai-sedang, bukan trigliserida rantai-panjang.

Trigliserida rantai-sedang memiliki struktur molekul yang sederhana, yang berarti lemak jenuh ini mudah larut dalam air. Lemak ini juga lebih mudah untuk berpindah dari usus kecil menuju hati sehingga bisa lebih cepat menghasilkan energi.

Karena lemak ini langsung dibakar menjadi energi, hanya sedikit lemak yang akan tersisa dan menumpuk di jaringan lemak. Lemak jenis ini juga bisa mempercepat metabolisme tubuh.

Jadi, Anda yang sedang ingin mengurangi berat badan justru bisa mendapatkan asupan lemak sehat dari santan.

Meskipun tidak akan membuat Anda cepat gemuk, kandungan lemak jenuh dalam santan tetap harus Anda perhatikan. Hubungan antara konsumsi lemak jenuh dengan risiko penyakit jantung koroner sudah terbukti, maka sebaiknya santan tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Selain itu, ada juga mitos yang beredar bahwa kandungan asam dalam santan bisa menghasilkan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Faktanya, santan sendiri tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh.

Santan baru akan mengalami reaksi kimia berbahaya jika dikemas dalam kaleng yang mengandung Bisphenol-A (BPA). BPA adalah zat kimia berbahaya yang biasanya ditemukan pada kemasan logam dan plastik.

Ketika logam bertemu dengan santan yang tinggi kadar lemak dan keasamannya, BPA pada logam akan terlepas dan bercampur dengan santan. Ketika dikonsumsi oleh tubuh, BPA berisiko memicu gangguan pada otak, terutama bagi bayi dan anak-anak.

Sebaiknya jika Anda ingin membeli santan yang sudah jadi, pilihlah yang pada kemasannya tercantum bebas BPA. Anda juga bisa memilih santan yang dikemas dalam karton untuk meminimalisir risiko zat-zat berbahaya tercampur dalam santan.

 
 
 
Penulis: Ganest
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler