Memiliki Beragam Agama dan Hidup Rukun, Desa Ini Menjadi Destinasi Wisata Religi Saat Lebaran!

Memiliki Beragam Agama dan Hidup Rukun, Desa Ini Menjadi Destinasi Wisata Religi Saat Lebaran!

Ogoh-ogoh merupakan salah satu adat budaya dari masyarakat Desa Balun, Lamongan. (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Keragaman agama yang dianut oleh penduduknya, menjadikan desa ini diresmikan sebagai destinasi wisata religi. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai Desa Pancasila, Desa Balun yang berada di Lamongan, sudah sejak dikenal sebagai Desa dengan keragaman pemeluk agama yang hidup berdampingan secara damai. Kini desa tersebut dinobatkan sebagai desa wisata religi. 

Khusyairi, Kepala Desa Balun mengatakan bahwasannya Desa Balun sudah memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Jadi ketika dikelola dengan benar akan semakin memberi dampak yang baik pula pada masyarakat.

"Desa Balun sangat layak diresmikan sebagai Desa Wisata Religi. Karena sudah memiliki embrio, kebudayaan dan kesenian yang bisa menarik wisatawan," kata Kusyairi saat peresmian Desa Balun sebagai desa wisata religi, April lalu. (detikcom)

Desa Balun, seperti diketahui selama ini mendapat julukan desa Pancasila karena kemajemukan warganya. Di Desa Balun, meski berbeda keyakinan keagamaan tetapi bisa hidup rukun dan berdampingan.

Penduduk di Desa Balun yang hidup rukun berdampingan ini menjadi pemeluk dari 3 agama, yakni Islam, Kristen dan Hindu.

"Hidup rukun dan damainya 3 pemeluk agama di desa kami ini semoga bisa menjadi nilai jual dalam menarik minat wisatawan untuk datang ke Desa Balun sambil melakukan penelitian," harap Khusyairi. 

Disamping keberagaman dan hidup rukunnya 3 pemeluk agama, Kusyairi juga menyebutkan bahwa Desa Balun memiliki potensi wisata lainnya yakni budaya lokal. 

Lebih lanjut, Kusyairi berharap bila budaya atau potensi yang dimiliki Desa Balun bisa dikemas sedemikian rupa sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

"Kami juga punya agenda tahunan semacam pawai Ogoh-ogoh yang banyak dikunjungi masyarakat dari luar Kota Lamongan. Kami juga punya kesenian karawitan dan banyak budaya lain yang bisa kita gali," tutur Kusyairi yang berjanji akan mengemasnya dengan harapan bisa meningkatkan APBDes. 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lamongan Fadeli menyampaikan, penobatan Desa Balun sebagai desa wisata religi ini dirasa sangat tepat. Pasalnya, selama ini Desa Balun sudah dikenal menjadi salah satu ikon Lamongan yang sudah sampai ke tingkat nasional dan mendunia.

"Desa Balun sudah lama menjadi ikon-nya Lamongan, yang memang perlu terus kita angkat. Dengan harapan potensi yang kita kembangkan ini bisa menjadi ikon atau kekuatan yang ada di desa ini menjadi inspirasi di desa-desa lain. Ikon-nya Lamongan terus bertambah lagi, desa-desa wisata bertambah lagi, menginspirasi desa-desa yang lain," kata Bupati Lamongan, Fadeli saat peresmian Desa Balun sebagai desa wisata religi.

Saat ini Desa Balun sedang mempersiapkan datangnya Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Seperti apa kira-kira para warga mempersiapkan segala sesuatunya? Mudah-mudahan kerukunan hidup dalam keragaman beragama di Desa Balun bisa langgeng dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di seluruh Nusantara.

 

Penulis: Iwan
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler