Pasukan Keamanan Serbu Kamp Demonstran di Sudan, 13 Orang Tewas

Pasukan Keamanan Serbu Kamp Demonstran di Sudan, 13 Orang Tewas

Massa pengunjuk rasa di Sudan dibubarkan pasukan keamanan (istimewa)

 

JAKARTAINSIGHT.com | Setidaknya 13 orang tewas setelah pasukan keamanan menyerbu sebuah kamp pengunjuk rasa di ibukota Sudan, Khartoum.

Aparat menembakkan amunisi langsung untuk membubarkan tempat yang diduduki selama berminggu-minggu oleh demonstran.

Al Jazeera melaporkan, Komite Sentral Dokter Sudan, sebuah kelompok medis yang terkait dengan pengunjuk rasa, mengatakan setidaknya 13 orang tewas dan beberapa lainnya cedera dalam serangan Senin pagi yang terus berlangsung. 

Komite itu juga mengatakan pasukan keamanan menggunakan amunisi langsung di dalam Rumah Sakit East Nile di Khartoum di mana beberapa yang terluka sedang dirawat.

Dalam sebuah posting di Twitter, Asosiasi Profesional Sudan (SPA) mengatakan Dewan Transisi Militer (TMC) yang berkuasa di negara itu telah menugaskan sejumlah besar pasukan untuk membubarkan pengunjuk rasa.

Suara tembakan keras terdengar dalam rekaman siaran dari tempat kejadian, sementara gumpalan asap terlihat naik ke langit.

Mohammed Alamin, seorang jurnalis di Khartoum, mengatakan kepada tim Al Jazeera dari Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang pertama kali menggunakan gas air mata, kemudian mengeluarkan granat untuk membubarkan para pengunjuk rasa.

Tentara kemudian menembakkan peluru langsung ke pengunjuk rasa yang tersisa.

"Mereka sekarang mengendalikan sebagian besar area dan telah membakar klinik sementara. Sebagian besar demonstran telah bubar. Tentara memblokir semua pintu masuk ke daerah itu dengan kendaraan militer untuk menghentikan pengunjuk rasa kembali," kata Alamin .

Alamin menambahkan, salah seorang pemimpin aksi protes Madani Abbas Madani terluka ketika pasukan membubarkan para pemrotes.

Berbicara kepada Al Jazeera, para saksi mata berbicara tentang tentara yang bersenjata lengkap dan menggunakan amunisi hidup terhadap pengunjuk rasa yang damai dan tidak melakukan apa pun untuk memprovokasi pasukan.

"Kami diserang oleh Pasukan Pendukung Cepat dan polisi," Mamadou Abozeid, seorang pengunjuk rasa di Khartoum, mengatakan kepada Al Jazeera melalui telepon, Selasa (4/6/2019).

Mohammed Elmunir, seorang pengunjuk rasa lain di ibukota Sudan, mengatakan pasukan keamanan memblokir pintu keluar tempat aksi sebelum melepaskan tembakan ke pengunjuk rasa.

"Mereka menembaki semua orang secara acak dan orang-orang berlarian untuk menyelamatkan diri. Mereka memblokir semua jalan dan sebagian besar tenda di tempat aksi telah dibakar," kata Elmunir.

"Orang-orang sangat marah sekarang. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Para pengunjuk rasa telah menyebar ke bagian lain kota. Mereka sekarang di jalan-jalan memprotes. Kebanyakan orang memblokir jalan-jalan di lingkungan mereka," tambahnya.

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler