Sekjen KONI Terbukti Beri Rp 11,5 M ke Kemenpora, Berikut Pernyataan Hakim!

Sekjen KONI Terbukti Beri Rp 11,5 M ke Kemenpora, Berikut Pernyataan Hakim!

Terdakwa kasus suap terhadap pejabat di Kemenpora, Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy. (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Kasus suap dilingkungan Kemenpora akhirnya terungkap jelas setelah hakim menyatakan tersangka  Majelis hakim menyatakan Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy terbukti memberikan Rp 11,5 miliar kepada beberapa pejabat di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 

Diduga sebelumnya, sejumlah uang tersebut diberikan melalui tangan asisten pribadi atau aspri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi atas nama Miftahul Ulum. (detikcom)

Kasus suap ini disebut hakim diberikan secara bertahap. Adapun dana yang diberikan itu adalah untuk mempermudah pencairan dana hibah dari Kemenpora untuk KONI.

Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy dan Johnny E. Awuy duduk sebagai terdakwa dalam persidangan dengan agenda pembacaan vonis tersebut.

"Bahwa juga Ending Fuad Hamidy dan Johnny E Awuy memberikan kepada saksi Miftahul Ulum selaku Aspri Menpora atau melalui orang suruhan staf protokoler Arif Saputra yang seluruhnya berjumlah Rp 11,5 miliar," demikian kutipan hakim dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Hakim juga menyebut Johnny memberikan sebuah buku tabungan kepada Miftahul Ulum, selain dari dana 11,5 milyar tadi. Johnny disebut mentransfer sejumlah Rp 50 juta kepada Miftahul Ulum.

Hakim, dalam putusan sebelumnya sudah memvonis Hamidy dengan hukuman 2 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan, sementara Johnny dihukum 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Keduanya (Hamidy dan Johnny) terbukti menyuap Deputi IV Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanta. Hamidy dan Johnny terbukti memberikan 1 unit Toyota Fortuner hitam dan uang Rp 300 juta kepada Mulyana.

Mulyana juga diberikan kartu ATM debit BNI dengan saldo Rp 100 juta, dan ponsel merek Samsung Galaxy Note 9 kepada Mulyana. Kemudian, terdakwa Hamidy juga memberikan uang Rp 215 juta kepada Adhi Purnomo dan Eko Triyanta.

Penulis: Iwan
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler