FGD Aliansi Kebangsaan: Mengukuhkan Kebangsaan yang Berperadaban Lewat Pendidikan

FGD Aliansi Kebangsaan: Mengukuhkan Kebangsaan yang Berperadaban Lewat Pendidikan

Kegiatan FGD Aliansi Kebangsaan di Hotel Sultan, Jakarta.

JAKARTAINSIGHT.com | Dalam Fokus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Aliansi Kebangsaan pada hari Jumat (17/05/2019) di Hotel Sultan, FGD mengangkat tema Mengukuhkan Kebangsaan yang Berperadaban Menuju Cita-Cita Nasional Dengan Paradigma Pancasila 2019-2020 di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Dalam subtema FGD kali ini, sektor pendidikan menjadi penekanan penting dalam kehidupan berkebangsaan yang berpeadaban. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Aliansi Kebangsaan Ponco Sutowo dalam sambutannya yang mengatakan bahwa berbagai masalah dan pertikaian yang mengemuka akhir-akhir ini mengisyaratkan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara ini masih menyimpan banyak kelemahan dan kekurangan, yang menuntut tanggung jawab kita semua untuk melakukan perbaikan di berbagai segi dan lini pembangunan nasional.

"Munculnya berbagai persoalan kebangsaan dan kenegaraan itu sebab utamanya karena kelalaian dan pengabaian prinsip-prinsip fundamental negara dalam pilihan, kebijakan dan praktik pembangunan. Padahal, daya respon kita untuk mengatasi berbagai kelemahan dan kekuarangan itu sangat ditentukan oleh ketahanan landasan perjuangan, melalui penguatan dasar negara," ujar Ponco dalam sambutan pembukaan diskusi.

Dalam pandangannya, Pancasila harus kembali dikuatkan sebagai dasar falsafah pembangunan, teropong untuk memandang pembangunan, serta kaidah penuntun pembangunan. Sebagai dasar, cara pandang, dan panduan dalam pembangunan, Pancasila sudah semestinya dijadikan paradigma yang harus ditempatkan di atas semuanya itu.

"Pertama-tama harus dipahami bahwa hakikat Pembangunan Nasional itu sesungguhnya merupakan gerak berkelanjutan dalam peningkatan mutu peradaban bangsa. Ketahanan nasional sebagai daya sintas suatu bangsa pada dasarnya ditentukan oleh daya (kualitas) budaya dan peradaban yang tercermin dari kondisi-kondisi yang berlangsung pada tiga ranah utama kehidupan manusia: ranah mental-spiritual, ranah institusional-politikal, dan ranah material-teknologikal," ujar Ponco.

Paradigma Pancasila telah mengantisipasi pentingnya memperhatikan ketiga ranah tersebut. Ranah mental-spiritual (kultural) basis utamanya adalah sila pertama, kedua, dan ketiga. Dengan spirit Ketuhanan, kemanusiaan dan persatuan, dikembangkan daya-daya spiritualitas dalam sosiabilitas yang berperikemanusiaan, egaliter, mandiri, amanah (berintegritas), beretos kerja yang positif dan kreatif, serta sanggup menjalin persatuan (gotong-royong) dengan semangat pelayanan (pengorbanan).

Secara lebih spesifik, FGD kali ini menekankan usaha pendidikan yang dapat mewujudkan manusia pembelajar dan kreatif dengan berkembangnya daya kritis, daya imajinasi, daya cipta, daya inovasi, dan daya konstruktif, yang dapat merespon berbagai tantangan zaman.

"Dengan berkembangnya SDM manusia Indonesia yang kreatif, diharapkan potensi sumber daya alam kita bisa mendapatkan nilai tambah serta dapat pula meningkatkan kemakmuran bangsa," tutup Ponco.

Penulis: Iwan
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });