Meradang! Puyuono Serang Internal Kubu 02 dengan Istilah Setan Kurap

Meradang! Puyuono Serang Internal Kubu 02 dengan Istilah Setan Kurap

Foto (istimewa) 

JAKARTAINSIGHT.com | Waketum Gerindra Arief Puyuono kembali meradang dan kembali melontarkan pernyataan kontroversial yang lagi-lagi justru dialamatkan ke internal Gerindra dan sejumlah elite di koalisi Indonesia Adil Makmur yang bersebrangan dengan pendapatnya. 

Kendati memakai istilah berbeda 'Setan Kurap', namun pernyataan Puyuono ini seolah mengiyakan pernyataan adanya sosok 'Setan Gundul' yang pernah dilontarkan elite Demokrat Andi Arief.

Dilansir dari laman detik.com,Puyuono mengatakan, Kawan-kawan saya di BPN (Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga) dan Gerindra dan koalisi yang nggak setuju untuk mengajak pemilih Prabowo-Sandi menolak hasil Pilpres dan Pileg 2019 curang yang akan menghasilkan pemerintahan yang nggak sah dan memboikot pemerintahan 2019-2024 hasil pemilu curang dan tidak legitimate karena dihasilkan dari suara suara setan alas dan bukan dari suara rakyat, suara Allah, dengan tolak membayar pajak nantinya.

Mereka ini semua kayak setan-setan kurap yang selama ini menyusup di sekitaran Prabowo-Sandi ya. Dan suka pada nyolong duit negara," ujar Arief Poyuono kepada detikcom, Kamis (16/5/2019).

Lebih jauh Puyuono juga menyampaikan bahwa pernyataannya tersebut mewakili suara partai (Gerindra). "Suara saya ya suara Partai Gerindra dong masa suara saya sendiri. Semua kader Gerindra harus berjuang dengan cerdas dong untuk melawan ketidakadilan dan kecurangan yang dilakukan KPU terhadap Prabowo Subianto. Jangan malah pada melempem dan malah pada mikir diri sendiri untuk cuma mau jadi anggota DPR," tambah Poyuono

Sebelumnya, Puyuono menyerukan ajakan kepada masyarakat khususnya pendukung capres 02 yang tak terima dengan pemerintahan hasil Pilpres 2019 menolak membayar pajak.

"Langkah-langkah yang bisa dilakukan masyarakat yang tidak mengakui hasil pemerintahan dari Pilpres 2019 di antaranya tolak bayar pajak kepada pemerintahan hasil Pilpres 2019 yang dihasilkan oleh KPU yang tidak legitimate. Itu adalah hak masyarakat karena tidak mengakui pemerintahan hasil Pilpres 2019," ajak Poyuono.

 

Penulis: Tofan
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler