BPS: Ada Peningkatan Terhadap Impor Daging Beku Hingga Sepatu Jelang Lebaran

BPS: Ada Peningkatan Terhadap Impor Daging Beku Hingga Sepatu Jelang Lebaran

Komoditi impor daging beku yang mengalami kenaikan jelang lebaran. (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Jelang Lebaran tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan impor barang konsumsi seperti daging beku, apel dan pir segar hingga sepatu.

Peningkatan ini terjadi sejak April lalu, di mana impor barang konsumsi mengalami peningkatansebesar 24,12 persen dibanding Maret 2018 tahun lalu.

"Kalau dilihat polanya, menjelang Ramadhan, impor pasti akan meningkat. Mencapai puncaknya mendekati akhir Ramadhan maupun Lebaran kemudian dia akan turun," kata Kepala BPS Suharyanto, Rabu (15/05/2019).

BPS menyoroti komoditi kenaikan impor yang cukup tinggi yakni daging beku, senilai 64,1 juta dolar AS dari India dan AS.

"Peningkatan impor ini untuk menjaga supaya pasokan terjamin, artinya kalau ada permintaan tinggi, stok terjaga. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kalau Lebaran kenaikan daging ayam ras dan daging sapi selalu meningkat," tambah Suharyanto.

Selain daging, BPS juga mencatat kenaikan impor pada buah-buahan seperti apel dari Australia dan pir. Akan tetapi, menurut Suharyanto, kenaikan impor buah-buahan tersebut tidak selalu terkait momentum Lebaran.

"Satu lagi komoditi yang mengalaminkenaikan impor adalah dari sepatu lari, namun tidak tercatat angkanya," katanya.

Struktur impor berdasarkan penggunaan barang pada April 2019 terbagi menjadi tiga, yakni yang paling besar dari golongan bahan baku/penolong sebesar 75,03 persen, barang modal 15,55 persen dan barang konsumsi yang menempati 9,42 persen.

Nilai impor konsumsi tercatat 1,42 miliar dolar AS; impor bahan baku/penolong mencapai 11,33 miliar dolar AS; dan barang modal 2,35 miliar dolar AS. Dengan demikian secara total, impor pada April 2019 sebesar 15,10 miliar dolar AS, naik 12,25 persen dibanding Maret 2019 dan turun 6,58 persen dibanding April 2018.

Peningkatan impor terbesar dari Tiongkok, Australia dan Kanada sedangkan penurunan impor terjadi dari Thailand dan Argentina. (sumber: antaranews.com)

Penulis: Iwan
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler