Pengancam Penggal Kepala Jokowi Terancam 20 Tahun Penjara, Berikut Penjelasannya!

Pengancam Penggal Kepala Jokowi Terancam 20 Tahun Penjara, Berikut Penjelasannya!

Pengancam penggal kepala jokowi dijerat pasal makar (Istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Aksi Hermawan Susanto (HS) mengancam memenggal kepala Jokowi di sela-sela aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu pada Jumat 10 Mei 2019 lalu langsung viral.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria berjaket cokelat dan berpeci hitam berseru memenggal kepala Presiden Jokowi.

"Dari Poso nih, siap penggal kepalanya Jokowi. Jokowi siap lehernya kita penggal," ucap pria dalam video viral yang belakangan diketahui sebagai HS.

Aksi HS tersebut membuat geram publik dan polisi pun bergerak cepat setelah menerima laporan dan aduan dari sejumlah masyarakat. Warga Palmerah, Jakarta Barat itu berhasil ditangkap saat tengah bersembunyi di rumah saudaranya di kawasan Bogor, Jawa Barat.

"Kita sudah amankan. Ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, pukul 08.00 WIB tadi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (12/5/2019).

Pria berusia 25 tahun itu tak berkutik saat ditangkap penyidik Subdit Jatanras Polda Metro Jaya di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, Minggu (12/5/2019) pukul 08.00 WIB. Ia pun mengakui kesalahannya telah mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Polisi pun menetapkan HS sebagai tersangka kasus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden Jokowi. Tak tanggung-tanggung, polisi menjeratnya dengan Pasal Makar dengan ancaman maksimal hukuman mati.

"(Diduga melakukan) pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI dengan mengucapkan kata-kata yang tak pantas, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 KUHP," kata Argo.

Selain itu, pelaku juga dijerat dengan Pasal 27 ayat 4 junto Pasal 45 ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Adapun Pasal 104 KUHP berbunyi, "Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana matiatau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun."

Sementara Pasal 27 ayat 4 UU ITE berbunyi, "Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hakmendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman."

Dan Pasal 45 ayat 1 berbunyi, "Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)."

Sebelumnya, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer telah melaporkan pria dalam video viral yang ingin memenggal kepala Presiden Jokowi. Laporan dengan nomor LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus itu dilakukan di Polda Metro Jaya pada Sabtu 11 Mei 2019 sore.

 

 

Penulis: Tofan
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });