Kisah Duka dan Luka Warga Palestina Dibalik Ketenangan Sesaat di Gaza

Kisah Duka dan Luka Warga Palestina Dibalik Ketenangan Sesaat di Gaza

Duka anak-anak Gaza setelah perang dalam gencatan senjata (Istimewa)

 

JAKARTAINSIGHT.com | Kehidupan di Gaza kembali normal yang terlihat di jalan-jalan wilayah tersebut setelah eskalasi tiga hari pekan lalu dengan menewaskan sedikitnya 25 warga Palestina dan empat dari Israel.

Setelah perjanjian gencatan senjata antara Gaza dan Israel, toko-toko dibuka kembali, para siswa kembali ke sekolah, dan orang-orang kembali bekerja.

Gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir dan PBB mulai berlaku Senin pagi setelah Israel menggempur Jalur Gaza dengan serangan udara, artileri dan penembakan kapal perang ketika faksi-faksi bersenjata di Gaza menembakkan ratusan roket ke kota-kota dan pemukiman di Israel selatan.

Namun, sementara dibalik ketenangan di Gaza usai gencatan senjata, mereka kehilangan orang yang dicintai dalam serangan udara Israel baru-baru ini. Hidup mereka berubah selamanya. Beberapa anggota dari tiga keluarga, termasuk seorang wanita hamil, tewas selama eskalasi.

Pada hari Minggu sore, keluarga al-Madhoun, yang tinggal di Jalur Gaza utara, duduk di rumah ketika diserang. Para pejabat Palestina mengatakan pihaknya terkena serangan udara Israel.

"Beberapa menit setelah saya pergi ke luar di taman, sebuah ledakan besar mengguncang rumah kami," tutur Ahmad al-Madhoun, 34, yang dikutip Al Jazeera, Sabtu (11/5/2019).

"Aku berlari ke dalam berteriak berharap menyelamatkan keluargaku. Aku menemukan istriku, Amani, yang sedang hamil di bulan kesembilannya berdarah di bawah puing-puing. Dia dibunuh oleh pecahan peluru di perutnya."

Secara total, lima anggota keluarga al-Madhoun terbunuh dalam serangan itu, lima lainnya terluka dan rumah keluarga dihancurkan.

"Ayah saya yang berusia 65 tahun Akram, istri saya Amani dan anak kami yang belum lahir, kakak saya Abdullah yang berusia 21 tahun, dan saudara ipar saya Fadi Bardan semuanya tewas dalam serangan itu," kata Ahmad mengisahkan pengalaman tragisnya.

Di antara mereka yang terluka adalah putra Ahmad yang berusia tiga tahun Mahmoud, yang hingga kini masih dirawat di rumah sakit, kemudian putrinya Fatma yang berusia dua tahun dan tiga anak saudaranya.

"Istri saya sedang menyiapkan pakaian untuk bayi yang baru lahir," kata Ahmad, matanya berkaca-kaca. "Anak-anak saya senang bermain dengan lentera Ramadan yang dibawa kakek mereka."

"Di mana pembenaran menargetkan keluarga yang duduk damai di rumah mereka?"

 

Penulis: Ganest
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler