HRS Minta Situng KPU Dihentikan, Demokrat : Siapa dia itu?

HRS Minta Situng KPU Dihentikan, Demokrat : Siapa dia itu?

Gambar : istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Terkait permintaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kepada pihak BPN untuk menghentikan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU mengundang respon dari Demokrat yang merupakan salah satu partai pendukung capres 02 Prabowo-Sandi.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin mengatakan pihaknya menentang hal tersebut dan tidak ada pihak yang berhak menghentikan perhitungan tersebut, termasuk Rizieq Shihab. Menurut Amir, penghentian perhitungan tersebut sudah diatur oleh UU dan hanya bisa dibatalkan oleh UU pula.

"Siapa dia itu?, tidak ada siapapun yang berhak menjadi corong undang-undang kecuali undang-undang itu sendiri," ungkap Amir.

"Harus wajib kita ikuti, dan kalau ada kekeliruan selalu terbuka peluang untuk melakukan koreksi disana. Jangan kita menjadikan diri kita sendiri menjadi undang-undang, nggak bener dong," ujarnya.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin

 

Sebelumnya, HRS meminta agar BPN segera ke Bawaslu dan KPU agar menghentikan real count agar tidak membentuk opini yang jelek di masyarakat yang akhirnya membingungkan masyarakat. Hal tersebut seperti disampaikan oleh Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak saat ditemui di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Rabu (1/5).

"Habib menyarankan agar BPN segera ke Bawaslu dan KPU agar menghentikan real count agar tidak membentuk opini yang jelek di masyarakat yang akhirnya membingungkan masyarakat. Itu yang jadi bahaya," ungkap Yusuf M Martak.

 

 

sumber : berbagi sumber

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler