Hamas Tembakkan Roket ke Israel Balas Serangan di Gaza

Hamas Tembakkan Roket ke Israel Balas Serangan di Gaza

Hamas tembakkan rudal balas serangan Israel (istimewa) 

JAKARTAINSIGHT.com | Hamas, kelompok yang memerintah Jalur Gaza dilaporkan meluncurkan dua roket ke arah Israel pada Kamis (2/5/2019) pagi sebagai balasan atas tembakan roket Israel pada Kamis. 

Tentara Israel mengatakan pesawat tempur mereka menargetkan beberapa posisi Hamas di bagian utara jalur Gaza dalam menanggapi dugaan peluncuran balon pembakar dari wilayah yang dikepung.

Meski demikian, sejauh ini dilaporkan tidak ada korban yang terluka atas peristiwa tersebut. Israel menganggap Hamas bertanggung jawab atas semua serangan dari Gaza, yang dikendalikan oleh kelompok itu sejak 2007.

Aksi saling serang antara Hamas dan Israel terjadi setelah gencatan senjata yang ditengahi Mesir diberlakukan pada 1 April.

Warga Palestina di Gaza secara teratur mengirim balon yang membawa bom api ke pagar perbatasan untuk merusak properti Israel dan di masa lalu berhasil membakar sejumlah besar lahan pertanian.

Pada hari Selasa, Israel mengurangi batas penangkapan ikan Gaza dari 15 mil laut (27,8 km) menjadi enam mil laut (11,1 km) setelah menuduh sebuah roket ditembakkan dari wilayah tersebut oleh Jihad Islam, namun tuduhan dibantah kelompok Palestina.

Kelompok hak asasi manusia menyebut batas Israel yang terus berubah dari zona penangkapan ikan Gaza sebagai "hukuman kolektif ilegal".

Israel telah melakukan tiga serangan di Gaza sejak Desember 2008.

Perang terakhir tahun 2014 merusak infrastruktur Gaza yang sudah sangat lemah, mendorong PBB untuk memperingatkan bahwa jalur itu akan "tidak dapat dihuni" pada tahun 2020.

Ketegangan telah meninggi selama setahun terakhir di sepanjang perbatasan Israel-Gaza sejak rakyat Palestina memulai protes di dekat pagar Israel di sebelah barat Jalur Gaza.

Rakyat memprotes hak mereka untuk kembali dan menuntut diakhirinya pengepungan selama 12 tahun.

Pengepungan telah menghancurkan ekonomi lokal dengan pembatasan impor makanan dan akses ke layanan dasar untuk dua juta penduduk Gaza,  termasuk juga menghentikan aliran bahan bangunan.

Sejak dimulainya protes, dijuluki Great March of Return, lebih dari setahun yang lalu, militer Israel telah membunuh lebih dari 260 warga Palestina.

Sekitar 60 lebih warga Palestina tewas dalam insiden lain, termasuk aksi saling serang api di pagar. Dua tentara Israel juga terbunuh oleh tembakan Palestina.

 

 

Penulis: Bintang adiguna
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler