Alhamdulilah! Bertemu Jokowi, Raja Salman Tambahkan Kuota Haji Indonesia 10 Ribu Jemaah

Alhamdulilah! Bertemu Jokowi, Raja Salman Tambahkan Kuota Haji Indonesia 10 Ribu Jemaah

Foto : Raja Salman bersama Presiden Jokowi (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Pemerintah Indonesia mendapatkan hadiah khusus dari pemerintah Saudi menyusul pertemuan kedua kepala negara Presiden Joko Widodo dan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud. di Istana Pribadi Raja (Al-Qasr Al-Khas) pada Minggu (14/4) sore. Kunjungan Jokowi tersebut dalam rangka memenuhi undangan Raja Salman.

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi menyampaikan langsung kepada Raja Salman di sela-sela kedatangan dirinya ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah Umrah. Ia mengaku masih meminta tambahan kuota jemaah haji untuk tahun-tahun berikutnya.

"Sudah dijawab beliau secara resmi, kita (Indonesia) diberi kuota haji oleh beliau, alhamdulilah 10 ribu. Jadi dari 221 ribu menjadi 231 ribu calon jemaah haji, sehingga bisa maju," kata Jokowi usai membuka Halal Park, di Kawasan GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (16/4), seperti dilansir laman CNN.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membenarkan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah memberikan tambahan kuota untuk jemaah haji Indonesia sebesar 10ribu. Tambahan kuota ini diberikan Raja Salman kepada Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Arab Saudi. 

“Info tentang penambahan kuota benar adanya. Saat ini, tambahan kuota tersebut juga sudah masuk dalam sistem e-Hajj Saudi,” terang Menag Lukman di Jakarta, Senin (15/04).

“Sebagai tindak lanjut, kami akan segera melakukan pembahasan dengan DPR,” lanjutnya.

Menurut Menag, pembahasan dengan DPR dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) perlu segera dilakukan karena penambahan kuota berimplikasi pada sejumlah hal yang kompleks. Pertama, terkait biaya penyelenggaraan. Kemenag bersama DPR telah menyepakati Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019M dengan skema kuota 221ribu, terdiri dari 204ribu jemaah haji reguler dan 17ribu jemaah haji khusus. Rata-rata BPIH untuk jemaah haji reguler tahun ini, Rp35.235.602,- atau setara USD2,481.

“Bersama DPR, kami sudah menyepakati biaya haji 2019 menggunakan dana optimalisasi sebesar Rp7,039 Trilyun untuk 204.000 jemaah. Itu artinya untuk 10.000 jemaah baru sebagai tambahan kuota diperlukan tambahan biaya tak kurang dari Rp346Milyar. Penambahan kuota itu juga berdampak pada penambahan sekitar 25 kloter baru dan penambahan sekitar 125 petugas kloter. Maka perlu dibahas kembali hal-hal yang terkait dengan sumber biayanya,” ujarnya.

Dampak kedua, terkait pengadaan layanan haji, baik di dalam maupun luar negeri. Di dalam negeri, penambahan kuota akan mempengaruhi proses penyiapan dokumen dan manasik jemaah haji. Apalagi, proses penerbitan visa saat ini mempersyaratkan rekam biometrik yang saat sedang berjalan dan di sejumlah daerah sudah hampir selesai. 

“Kami harus mendistribusikan kembali tambahan kuota ini ke tingkat provinsi,” ucapnya. 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler