KPK Cecar Siesa Darubinta Terkait Keberadaan Bowo di Apartemen saat OTT

KPK Cecar Siesa Darubinta Terkait Keberadaan Bowo di Apartemen saat OTT

Siesa Darubinta usai menjalani pemeriksaan di KPK. (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Setelah memanggil datang sebagai saksi, tim penyidik KPK mencecar Siesa Darubinta terkait kaburnya anggota DPR Bowo Sidik Pangarso saat OTT di apartemen daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan pada Maret lalu. Jejak Bowo memang sempat tidak terendus tim KPK pada malam itu.

"Pemeriksaan terhadap SD ini terkait pengetahuannya tentang keberadaan BSP (Bowo Sidik Pangarso) di apartemen saat OTT terjadi," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, diwartakan detik.com, Senin (15/4/2019).

Selanjutnya Febri menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap Siesa kemarin hanya dalam kapasitasnya sebagai saksi. Berdasar pada konferensi pers KPK saat penetapan tersangka Bowo, Siesa memang disebut sempat diamankan, meski kemudian dilepaskan.

SD diamankan di apartemen yang berada di bilangan Permata Hijau setelah tim KPK terlebih dulu mengamankan sopir Bowo. Sedangkan Bowo diciduk KPK di kediamannya beberapa jam setelahnya.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan sempat menyampaikan alasan tim kehilangan jejak Bowo pada saat OTT itu. Basaria menyebut prosedur memasuki apartemen itu cukup ketat sehingga tim antirasuah itu kehabisan waktu.

Siesa berada di KPK selama kurang lebih 6 jam untuk menjalankan pemeriksaan. Dia tidak memberikan keterangan apapun usai menjalani pemeriksaan. Demikian juga dengan tersangka Bowo, yang saat bersamaan menjalani perpanjangan penahanan. Ketika beranjak menuju ke mobil tahanan, Bowo bungkam mengenai peran Siesa.

Dalam kasus ini, Bowo ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Asty Winasti selaku Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) melalui orang kepercayaannya bernama Indung. Suap itu diduga terkait upaya membantu PT HTK sebagai penyedia kapal pengangkut distribusi pupuk dari PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

Berdasarkan data yang ada, KPK menduga ada 7 kali pemberian suap dari Asty untuk Bowo, termasuk uang Rp 89,4 juta yang diterima Bowo melalui Indung saat OTT. Sementara itu, 6 penerimaan sebelumnya disebut KPK sebesar Rp 221 juta dan USD 85.130 atau sekitar Rp 1,5 miliar.

Bowo Sidik Pangarso, adalah anggota DPR yang bertugas di Komisi VI DPR ini, juga diduga menerima gratifikasi Rp 6,5 miliar dari pihak lain. Total dugaan suap dan gratifikasi yang diterima Bowo berjumlah Rp 1,6 miliar dari PT HTK dan Rp 6,5 miliar dari pihak lainnya alias Rp 8 miliar yang kemudian ditemukan dalam 400 ribu amplop yang diduga untuk serangan fajar Pemilu 2019.

Penulis: Iwan
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler