Gugat KPU 100 Milyar, Kuasa Hukum Mandala : KPU salah prosedur

Gugat KPU 100 Milyar, Kuasa Hukum Mandala : KPU salah prosedur

Kuasa Hukum Mandala Shoji Irfan Fadila

foto : Addo_JakartaInsight.com 

JAKARTAINSIGHT.com | Tim kuasa hukum Caleg DPR RI Dapil 2 DKI ((Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Negeri) Mandala Shoji menyebut telah melakukan upaya hukum terkait pencoretan nama Mandala dari DCT (Daftar Calon Tetap) oleh pihak KPU yang dianggap hal tersebut salah prosedur.

“Terkait pencoretan nama Mandala dari DCT oleh pihak KPU itu salah prosedur, yang mana KPU tidak menelaah pasal 285 UU No.7 tahun 2017 tentang pemilu, yang mana pasal tersebut tidak ada menyatakan langsung dicoret, tapi atas perintah pengadilan,” ungkap Irfan Fadila selaku perwakilan Tim Kuasa Hukum Mandala yang ditemui di Istora Senayan dalam kegiatan Young Enterpreneur Sandi (YES) siang tadi di Istora Senayan, Jakarta Selatan.

 

“Artinya ini tidak sah, bahkan sampai saat ini tidak ada SK tentang pencoretan tersebut, sehingga hak-hak politik Mandala untuk melakukan sengketa ajudikasi di Bawaslu itu terhambat sampai saat ini. Untuk itu kami dari tim kuasa hukum Mandala mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum dilakukan oleh KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilihan umum.”

Sekali lagi kami sampaikan, sesuai putusan, tidak ada pencoretan, artinya KPU salah menafsirkan UU 285 UU No.7 tahun 2017. Kalau KPU sebagai lembaga eksekutor, harusnya ada perintah dari pengadilan tapi dalam hal ini kan tidak ada,” sambung Irfan.

Lebih jauh Irfan menambahkan, pihaknya pada 9 April 2019 kemarin telah mendaftarkan gugatan ke PN Jakarta Pusat dengan nomor 225, “Apabila perkara ini diputus dan kami dinyatakan menang, maka KPU dan Bawaslu harus membayar 100 Milyar dengan sistim tanggung renteng.”

Tanggal 9 April kemarin sudah kita daftarkan di PN Jakarta Pusat dengan nomor 225. Kemudian hari ini, kami juga menyampaikan surat kepada KPU terkait status Mandala yang mana kami nyatakan, klien kami masih berhak sebagai calon anggota DPR RI Dapil 2 DKI.

“Hari ini kami nyatakan, seluruh masyarakat dan relawan di dapil klien kami silahkan memilih Mandala, selama belum ada putusan hukum yang tetap atau inkrah,” tutup Irfan.

Sementara itu, istri Mandala Maridha Deanova Safriana mengungkapkan “Kalau aku sih sudah iklhas , suami aku juga sudah berpesan untuk serahkan semua kepada Allah, ayah disini sudah ikhlas. Mandala bahkan menguatkan saya dengan berkata ‘aku disini itu rencana Allah’.

 

“Alhamdulilah keadaannya sehat. Sekarang justru dia sudah afal surat Ar-Rahman berikut artinya. Yang pasti suami aku sudah ikhlas banget, mau jadi anggota DPR atau tidak jadi anggota DPR itu pasti rencana Allah yang baik,” lanjut Nova.

Dalam kesempatan yang sama, belasan ibu-ibu yang menamakan diri “Solidaritas Emak-emak Peduli Mandala juga meminta kepada pihak KPU untuk mengembalikan status Mandala karena pencoretan nama Mandala oleh KPU itu sudah salah kaprah.

“Saya mewakili Emak-emak Peduli Mandala, harapan kami agar Mandala dibebaskan. Yang pertama dari gugatan dan yang kedua kami menilai Mandala berhak untuk tetap dipilih sebagai calon anggota DPR RI Dapil 2 DKI di tanggal 17 April nanti saat pemilihan,” ungkap Nurlaila perwakilan Solidaritas Emak-emak Peduli Mandala dalam kesempatan tersebut.

“Walaupun kami emak-emak, tapi kami tahu bahwa pencoretan nama Mandala oleh pihak KPU itu salah prosedur karena tanpa perintah pengadilan,” ujarnya.

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });