Kembali Ditangkap, Bos Nissan Bilang Keterlaluan

Kembali Ditangkap, Bos Nissan Bilang Keterlaluan

Carlos Ghosn, Mantan bos Nissan (Istimewa)

JAKARTAINSIGHGT.com | Mantan bos Nissan, Carlos Ghosn kembali ditangkap di Tokyo atas tuduhan pelanggaran keuangan.

Penangkapan pria 65 tahun itu terbilang dramatis, pasalnya ia belum lama dibebaskan dengan jaminan dari penahanan selama 100 hari di Jepang.

Menurut media setempat, jaksa memasukkan Ghosn ke  sebuah tempat sementara di pusat Tokyo pada Kamis pagi, tak lama kemudian mereka pergi menggunakan mobil.

Penangkapan itu, yang oleh Ghosn disebut "keterlaluan dan sewenang-wenang", adalah babak baru dalam kasus yang mencengkeram Jepang dan dunia bisnis sejak November lalu.

"Ini adalah bagian dari upaya lain oleh beberapa orang di Nissan untuk membungkam saya dengan menyesatkan para jaksa. Mengapa menangkap saya kecuali untuk mencoba menghancurkan saya? Saya tidak akan dipatahkan," katanya, bersikeras bahwa ia tidak bersalah, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (7/4/2019).

Laporan muncul pada hari Rabu bahwa para jaksa penimbangan menimbang untuk menarik kembali Ghosn saat mereka menyelidiki klaim terkait dengan setidaknya 32 juta dolar AS dana Nissan yang ditransfer ke distributor di Oman.

Mantan eksekutif Nissan itu telah menghadapi tiga tuduhan pelanggaran keuangan terkait dengan tuduhan bahwa ia melaporkan kompensasi yang kurang dan berusaha untuk mentransfer kerugian investasi pribadi ke buku-buku Nissan.

Ia pun melakukan bantahan yang dipublikasikan melalui Twitter untuk pertama kalinya pada hari Rabu (3/4/2019) menggunakan akun baru dibuat yang keasliannya dikonfirmasi oleh juru bicaranya untuk mengumumkan rencana konferensi pers.

"Saya sedang bersiap untuk mengatakan yang sebenarnya tentang apa yang terjadi. Konferensi pers pada hari Kamis, 11 April mendatang" kata tweet itu, dikirim dalam bahasa Inggris dan kemudian Jepang.

Seorang juru bicara Nissan mengatakan penyelidikan internal perusahaan telah mengungkap "bukti substansial dari perilaku tidak etis yang terang-terangan" dan bahwa fokus mereka adalah pada "mengatasi kelemahan dalam tata kelola yang memungkinkan terjadinya pelanggaran ini."

Ghosn saat ini menghadapi dua tuduhan terpisah untuk menunda gajinya hingga sembilan miliar yen (81 juta dolar AS) dan tidak mengungkapkan hal ini dalam dokumen resmi kepada pemegang saham.

Ghosn pertama kali ditangkap di bandara Tokyo pada 19 November tahun lalu. Setelahnya, ia kembali ditangkap dalam beberapa kesempatan atas serangkaian tuduhan.

Nissan dan Mitsubishi Motors menyingkirkan Ghosn sebagai ketua menyusul penangkapannya, sementara ia mengundurkan diri sebagai ketua dan kepala eksekutif Renault pada Januari.

Nissan akan mengadakan pertemuan pemegang saham luar biasa pada hari Senin untuk mengeluarkan Ghosn dari dewan dan membawa ketua baru Renault Jean-Dominique Senard sebagai anggota baru.

 

 

Penulis: Bintang adiguna
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler