Blockchain Indonesia Summit 2019, Ulas Masa Depan Industri Blockchain Pasca Regulasi Bappebti

Blockchain Indonesia Summit 2019, Ulas Masa Depan Industri Blockchain Pasca Regulasi Bappebti

Press Conference Blockchain Indonesia Summit 2019, MVP Tower, Kuningan Jakarta Selatan (Senin 01/03/2019)

foto : Addo_JakartaInsight

JAKARTAINSIGHT.com | Platform pertukaran dari mata  uang FIAT  ke aset digital kripto pertama di Indonesia, 'KoinX' Senin (01/04) kemarin menginisiasi forum industri blockchain di Indonesia bertajuk 'Blockchain Indonesia Summit' di Multivision Tower, Kuningan-Jakarta Selatan.

Blockchain Indonesia Summit 2019 ini membahas masa depan industri serta peluang industri blockchain tanah air pasca keluarnya regulasi dari pihak Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) selaku pihak regulator pada Februari 2019 lalu,terkait  penetapkan struktur dan aturan mengenai pertukaran mata uang kripto, perusahaan penyimpanan, dan juga perusahaan manajemen dompet aset digital. 

Tahun ini, KoinX telah berhasil mengundang para pemain blockchain global dan lokal terdepan ke Indonesia Blockchain Summit. Di antara pemain global adalah Genesis capital, PreAngel, Evo capital, Aelf, kronos, Ultrain, Zcoin, Edenchain, Perlin, Mars Finance, Chainup, Jinse Finance, OEX, 1-3 labs capital, BitTemple, dan banyak lainnya.

Dan dari Indonesia sendiri juga dihadiri oleh pihak Kementerian Perdagangan (Bappebti), proyek blockchain lokal seperti Hara Token, Vexanium, Asosiasi Blockchain Indonesia, serta sejumlah praktisi blockchain tanah air.

CEO KoinX, Vijay Garg

 

Ditemui dalam kesempatan tersebut, CEO KoinX Vijay Garg mengatakan, "Indonesia Blockchain Summit diselenggarakan dengan tujuan untuk mengumpulkan semua pihak baik itu pemerhati, investor, dan proyek blockchain terkemuka dari seluruh dunia untuk memberi kesempatan bagi semua pihak untuk memahami potensi ekonomi blockchain di Indonesia khususnya pasca diterbitkannya regulasi oleh pihak pemerintah Februari 2019 kemarin," ungkap Vijay.

"Dengan populasi keempat terbesar di dunia, Indonesia tentunya memiliki potensi yang sangat baik. Saat ini,Indonesia hanya baru memiliki 17 exchange yang tentunya masih sangat sedikit dibanding jumlah populasi serta peluang industri tersebut," lanjut Vijay.

Disinggung terkait prediksi industri blockchain pasca penerbitan regulasi, lebih jauh Vijay Garg menyimpulkan, "Regulasi sendiri baru diterbitkan, saya rasa untuk 2019 fokus industri blockchain masih ditahap kepengurusan izin. Namun, saya yakin, Industri blockchain dari kripto bakal tumbuh pesat di 2021 mendatang," tutup Vijay.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan pihak Genesis menambahkan, "Terkait blockchain, Indonesia saat ini serupa dengan China 3 tahun lalu, dimana saat ini meningkat sangat pesat baik dari pemahaman maupun penerapannya. Tentunya hal yang sama juga berlaku untuk Indonesia yang merupakan market besar di Asia dan dunia."

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler