Hebat, Nyamuk Dimodifikasi untuk Selamatkan Manusia

Hebat, Nyamuk Dimodifikasi untuk Selamatkan Manusia

Nyamuk (Istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Para peneliti di Amerika Serikat (AS) telah memodifikasi nyamuk secara genetis untuk membuat manusia kurang menarik bagi mereka.

Sebuah penemuan yang secara dramatis dapat mengurangi penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah, malaria, dan demam Zika.

Nyamuk betina telah lama diketahui menggunakan berbagai informasi sensorik dalam menemukan orang untuk digigit. Mereka dapat merasakan karbon dioksida yang dihembuskan dari jarak 10 meter, serta mampu mendeteksi bau, panas, dan kelembaban tubuh.

Tetapi penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology, telah menunjukkan komponen asam dalam keringat manusia memainkan peran penting dalam menarik serangga.

"Kami ingin memahami dasar genetik tentang bagaimana nyamuk mendeteksi inang manusia mereka," kata Matthew DeGennaro, seorang peneliti neurobiologi nyamuk di Florida International University, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (2/4/2019).

Para ilmuwan mengidentifikasi gen yang dikenal sebagai Ir8a, lalu diekspresikan dalam antena nyamuk. Gen ini tampaknya memungkinkan nyamuk betina, yang mengisap darah, untuk mencium asam laktat, uap asam tertentu dalam keringat manusia.

Dengan menggunakan teknologi pengeditan gen CRISPR/Cas9 yang canggih, para peneliti dapat mengganggu gen itu, membuat nyamuk Aedes aegypti betina secara signifikan kurang tertarik pada manusia.

"Menghapus fungsi Ir8a menghilangkan sekitar 50 persen aktivitas pencarian host," kata DeGennaro.

Nyamuk yang dimodifikasi secara genetik lebih kecil kemungkinannya untuk mendeteksi dan menggigit manusia, membuatnya lebih kecil kemungkinannya untuk menyebarkan penyakit yang ditularkan nyamuk.

Untuk spesies seperti Aedes aegypti, yang hidup bersama setengah dari populasi dunia dan menyebarkan penyakit yang membunuh jutaan orang setiap tahun, modifikasi genetik ini memiliki potensi manfaat kesehatan yang sangat besar.

"Penularan penyakit seperti demam berdarah, demam kuning, Zika, dan malaria dapat diblokir jika kita menghentikan nyamuk ini menggigit kita," kata DeGennaro.

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });