ECOMOBI Bangun Simbiosis Mutualisme Para Pembuat Konten dan Pemilik Bisnis

ECOMOBI Bangun Simbiosis Mutualisme Para Pembuat Konten dan Pemilik Bisnis

ilustrasi : istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Shifting market atau perubahan prilaku pasar dari konvensional ke digital menjadi tantangan para pelaku industri yang mau tidak mau diharuskan mulai membangun konsep serta strategi digital yang optimal agar bisnis mereka dapat eksis dan berkembang.

Fenomena tersebut tentunya menjadi peluang bagi para pelaku usaha untuk dapat mengoptimalkan market melalui berbagai platform digital dan media sosial. Namun, hal tersebut juga menjadi tantangan bagi sebagian lainnya, minimnya pengetahuan menjadi anomali mengoptimalkan pasar digital.

Berangkat dari hal tersebut, 'Ecomobi' menciptakan inovasi baru di bidang E-commerce, yang menghubungkan pembuat konten, influencer, komunitas, dan siapa saja yang memiliki traffic dengan klien yang memiliki bisnis besar, yang disebut Social Selling Platform.

Teknologi ini mengevaluasi kesesuaian dan secara otomatis menghubungkan klien dengan para publisher dan KOL (Key Opinion Leader) dengan mengadopsi AI (artificial intelligent) dengan Smart Recommendation System. 

Mr. Truong Cong Thanh selaku  CEO Ecomobi Singapura menyampaikan, “Tujuan kami membangun platform ini adalah untuk menciptakan koneksi yang efektif antara KOL dan vendor. KOL dapat dikonsultasikan untuk memilih brand yang sesuai dengan image mereka, demikian juga dengan vendor,” ujarnya.

"Saat ini, hampir semua orang menggunakan social media seperti Facebook, Instagram, Youtube dan lainnya, sehingga social media tidak bisa terpisahakan dari penggunanya. menurut data ASEAN Studies Center, pada 2018 terdapat 360 juta orang menggunakan social media di Asia tenggara.

Ecomobi Social Selling Platform memberikan solusi bagi orang-orang untuk menjual produk apa pun di channel mereka sendiri, jadi tidak perlu melakukan banyak kegiatan di situs web vendor. Mereka juga dapat membuat konsumen berinteraksi dan berkomentar untuk membeli produk langsung di channel sosial media mereka," lanjut Truong.

Sejak awal mulanya, iklan online menjadi saluran pemasaran utama untuk semua klien dengan brand besar. Mereka biasanya membayar pihak ketiga untuk menampilkan produk mereka ke pelanggan potensial, tetapi bisa sangat sulit untuk menentukan apakah ini terbayar, karena faktor-faktor seperti penempatan iklan tidak cocok untuk audiens yang ditargetkan atau pelanggan yang tidak memiliki ketertarikan untuk produk tertentu.

Ecomobi hadir untuk menyelesaikan masalah yang ada di dalam iklan online. Platform ini menghubungkan klien dengan publisher dan KOL melalui basis komisi. Karena itu, hanya ketika transaksi berhasil setiap klien baru membayar Ecomobi. Melalui Ecomobi, siapa pun dapat menghasilkan uang dari media sosial, seperti Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, Bigo Live, dan lainnya. 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler