Maraknya Bisnis Kedai Kopi Angkat Produksi dan Kesejahteraan Petani

Maraknya Bisnis Kedai Kopi Angkat Produksi dan Kesejahteraan Petani

Tanaman Kopi (Istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Tumbuh suburnya bisnis minuman olahan, dan juga beridirinya kafe atau kedai yang menyajikan beragam jenis kopi membuat gairah petani seperti terangsang kuat untuk lebih keras lagi memproduksi kopi.

Seperti diwartakan Antara bahwa Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) La Nyalla Mahmud Mattalitti di Surabaya, Sabtu (30/3/2019) mengatakan saat ini ada sekitar 10 daerah di seluruh Jawa Timur yang menjadi penghasil kopi.

10 daerah tersebut disebutkan La Nyalla adalah Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo dan Probolinggo.

Kemudian dari 10 daerah yang disebutkan itu produksinya yang paling besar adalah Banyuwangi, Malang, dan Jember.

Untuk itu Kadin mendorong pengembangan produksi kopi lokal Jatim melalui pengenalan di berbagai acara dan kesempatan untuk meningkatkan perekonomian petani.

Menurut data BPS Jatim, produksi kopi Banyuwangi pada 2017 mencapai 13.839 ton, sedangkan Malang mencapai 11.829 ton dan Jember sebesar 11.863 ton.

Mantan Ketua Umum PSSI itu juga mengatakan, saat ini berbisnis kopi menjadi hal yang cukup menarik sebab budaya minum kopi telah menggejala di seluruh Tanah Air.

Seperti dijelaskan sebelumnya, kafe atau kedai kopi yang menjamur tadi bisa menjadi salah satu tonggak kebangkitan petani kopi.

"Permintaan kopi menjadi semakin besar. Harga semakin membaik. Ini menjadi stimulus bagi petani untuk lebih giat dalam meningkatkan produksi kopi merek," ucap La Nyalla.

 

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler