Disidang DKPP, Ketua KPU Pariaman Abrar Azis Akui Pertemuan Dengan Dahnil Anzar

Disidang DKPP, Ketua KPU Pariaman Abrar Azis Akui Pertemuan Dengan Dahnil Anzar

Gambar (istimewa)

JAKARTAINSIGHT.com | Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP) di Kantor Bawaslu Sumatera Barat Jumat (29/3) kemarin menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik terkait pertemuan Ketua KPU Pariaman Abrar Aziz yang dengan juru bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak yang viral di jejaring Facebook dan dilaporkan seseorang bernama April Adek.

Diketahui sebelumnya, Akbar Aziz dilaporkan ke Bawaslu Pariaman  Rabu (30/1) lantaran beredar foto dirinya di facebook bersama Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Capres Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dalam persidangan tersebut, Akbrar Aziz mengutarakan bahwa pertemuan tersebut benar adanya. "Sebagai teman lama tentu saya berinisiatif bertemu dan peristiwa ini spontan dan tidak terencana. Ini merupakan etika sebagai kawan lama yang ingin bertemu dan tuan rumah yang baik,” ungkap Abrar Aziz.

"Tidak ada bersifat khusus. Kami bertemu karena spontanitas. Saat itu, Danil berada di Kota Pariaman dan saya mampir. Tidak direncanakan sebelumnya," sambunga Aziz.

Dalam persidangan tersebut, Aziz juga menceritakan  dirinya dan Dahnil berteman sejak menjadi pengurus PP Muhammadiyah pada dua periode yakni 2010-2014 dan 2014- 2018. Saat bertemu dengan Dahnil yang juga Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi ia tentu mengingat status sebagai Ketua KPU Pariaman.

Sementara itu, Anggota DKPP Teguh Prasetyo seusai persidangan menyampaikan, "Sidang di daerah ini sifatnya mencari fakta dan selanjutnya keputusan akan diambil di Jakarta nantinya," sebut Teguh.

“Di sidang tadi teradu memang mengakui pertemuan tersebut karena mereka teman lama dan keputusannya akan segera kami keluarkan,” lanjut Teguh.

Lebih jauh Teguh menyampaikan,  jika terbukti melanggar, maka ada beberapa sanksi yang diberikan mulai dari sanksi terberat berupa pemberhentian tetap, kemudian pemberhentian sebagai ketua.

Setelah itu ada juga sanksi berupa teguran ringan, teguran biasa dan teguran keras. Untuk teguran keras ini terbagi dua yakni teguran keras biasa dan teguran keras terakhir.

 

 

berbagi sumber

 

 

Penulis: Tofan
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler