Pengamat Politik Sebut Manuver PSI Ditenggarai Penyebab Anjloknya Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf

Pengamat Politik Sebut Manuver PSI Ditenggarai Penyebab Anjloknya Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf

Istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Merujuk hasil survei Litbang Kompas yang mencatat penurunan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf, Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin angkat bicara.

Menurut Ujang, tergerusnya elektabilitas pasangan capres nomor urut 01 tersebut tak lepas dari manuver salah satu partai pendukungnya, yakni PSI (Partai Solidaritas Indonesia).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini menyampaikan, tingkah laku petinggi PSI yang kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial dan cenderung menyerang partai koalisi lain memang membuat koalisi Jokowi-Maruf agak "keruh", seperti dilansir laman rmol.co.

Salah satu manuver yang dimaksudkan yakni pernyataan Ketua Umum PSI Grace Natalie yang menyindir sikap parpol pendukung Jokowi lainnya, yakni PDIP dan Golkar yang mendukung peraturan daerah (Perda) Syariah. PSI menilai perda itu diskriminatif sehingga tidak selayaknya partai tersebut memberikan dukungan

"(Makanya PSI) harus ditertibkan, dan harus tertib. Jangan saling menyerang di internal," ujar Ujang (Kamis 21/3).

"Partai koalisi terkesan berjalan sendiri-sendiri untuk mengamankan pilegnya, jadi pilpres terbengkalai," tutup Ujang.

 

 

Penulis: Tofan
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });