Selain Salam 2 Jari, Berikut Fakta Seputar Sidang Perdana Ratna Sarumpaet

Selain Salam 2 Jari, Berikut Fakta Seputar Sidang Perdana Ratna Sarumpaet

Terdakwa penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet saat menghadiri sidang perdana di PN Jakarta Selatan (Kamis 28/2) / istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Didakwa atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet hari ini mejalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Kamis 28/2). Sejumlah fakta mewarnai jalannya persidangan tersebut.

Dalam kasus ini, aktivis kemanusiaan itu dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.Berikut sejumlah fakta persidangan yang berhasil dirangkum.

Aksi Massa menelang persidangan

Menjelang persidangan, terlihat sejumlah orang menggelar aksi di depan PN Jaksel. Dalam aksinya tersebut, massa yang sebagian menggunakan topeng Fadli Zon, Amien Rais serta Danhil Anzar Simanjintak tersebut meminta Ratna membongkar nama aktor intelektual dibalik kasusnya tersebut sambil membentangkan poster, salah satunya yang bertuliskan  'Ratna Sarumpaet berbohong untuk siapa', 'Ibu Ratna jangan mau sendirian di penjara'.

Salam dua jari 

Memasuki ruang persidangan, Ratna sempat mengacungkan salam dua jari khas pendukung capres-cawapres 02 Prabowo - Sandi ke arah awak media yang meliput persidangannya tersebut. 

Mengaku Bersalah

"Saya ingin menyampaikan sebagai warga negara yang sedang harus berhadapan dengan pengadilan, dari pengalaman yang saya rasakan, sejak saya ditangkap, dan dari apa yang saya ketahui baik melalui bacaan baik melalui akun dan lain-lain. Saya memang betul melalukan kesalahan," ungkap Ratna dalam persidangan tersebut.

Ada unsur politik

Dihadapan majelis hakim, Ratna mengungkapkan "Saya sebenarnya, saya salah, oke. Tetapi sebenarnya yang terjadi di lapangan, di penyidikan, ada ketegangan luar biasa bahwa memang ini politik. Saya berharap persidangan ini dengan semua unsur yang ada di sini, marilah kita menjadi hero untuk bangsa. Kalau saya dipenjara, nggak masalah. Di atas segalanya, hukum bukan kekuasaan."

Permohonan pengalihan status penahanan

Kuasa hukum Ratna Sarumpaet Desmihardi dalam sidang tersebut meminta pengalihan status penahanan. "Kami mengajukan permohonan untuk pengalihan penahanan dari Polda Metro Jaya menjadi tahanan rumah atau tahanan kota," ungkapnya.

Sidang kedua bakal kembali digelar PN Jaksel pada Rabu 6 Maret 2019 mendatang dengan agenda pembacaan nota pembelaaan (eksepsi).

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });