Transisi Industri Ritel Bangunan Dari Konvensional Menjadi Modern

Transisi Industri Ritel Bangunan Dari Konvensional Menjadi Modern

Usaha ritel bahan bangunan yang bertransformasi menjadi modern market

JAKARTAINSIGHT.com | Membangun sebuah usaha di tengah persaingan bisnis yang cukup ketat saat ini membuat para pengusaha harus berpikir keras untuk menghasilkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usahanya.

Inovasi dalam menjalankan bisnis sangatlah penting bukan hanya untuk dapat bertahan, tetapi jauh dari itu juga untuk lebih memajukan usaha mereka agar selalu menguasai peluang akan pemenuhan kebutuhan pasar yang selalu berkembang seiring kemajuan zaman.

Salah satu usaha yang terbilang cukup banyak berdiri adalah industri ritel bahan bangunan, perbaikan rumah, peralatan kelistrikan, kimia dan konsumsi rumah tangga lainnya.

Mensiasati di tengah maraknya bisnis tersebut, Pacific Bangunan yang merupakan usaha ritel bahan bangunan dan peralatan, membuat inovasi dengan mengubah model bisnis yang semula berjalan secara konvensional menjadi modern.

"Semakin pesatnya pertumbuhan usaha bahan bangunan kami memiliki ide dengan mencoba membuat toko bahan bangunan yang lebih modern," terang Irfan Fahri, pemilik Founder Pacific Bangunan saat ditemui di kantornya, di kawasan Tebet, Jakarta, Selasa (5/2/2019).

Meski bukan satu-satunya usaha ritel yang memiliki konsep demikian, namun menurut Irfan, Pacific Bangunan membekali usahanya dengan kelengkapan produk dan barang sehingga dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan dan kenyamanan. Itulah yang menjadi pembeda dari ritel bangunan lainnya.

Menjadikan toko bahan bangunan yang lama dikenal masyarakat dengan model konvensional menjadi modern layaknya sebuah mini market adalah sebuah tantangan besar dalam industri material ini.

Namun hal tersebut juga sebagai strategi dalam memperluas dan meningkatkan nilai bisnis sebuah toko bangunan yang tentunya memiliki potensi besar di dunia usaha.

Adapun, M. Iqbal Hidayatullah yang juga merupakan Founder dari Pacific Bangunan menuturkan dimana beberapa hal menjadi tantangan saat transisi dari toko material konvensional menjadi modern market yang dibangunnya itu.

"Kendalanya ada di kultur dan adaptasi sumber daya manusia (SDM) ketika beralih dari cara berdagang material yang biasa kita bertransisi ke modern market itu menjadi sebuah tantangan. Tapi itu semua sudah mulai bisa diterapkan saat ini," ujar Iqbal.

Modern market yang telah dijalankan saat ini, menurut Iqbal memberikan experience bagi konsumen. Ketika pembeli mencari barang yang diinginkan, disaat itu pula mereka melihat-lihat produk yang mungkin selama ini awam, lalu menjadi tertarik untuk bertanya dan membelinya.

Mengenai rencana dalam waktu dekat, Majid Muhammad Haris, yang juga pendiri Pacific Bangunan mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan konsep sistem kemitraan, dimana beberapa paket akan ditawarkan kepada masyarakat yang ingin membuka usaha ritel bahan bangunan, dan ditargetkan tahun ini sudah bisa diluncurkan.

"Jadi yang kita tawarkan kepada investor nantinya ada beberapa paket usaha bahan bangunan mulai dari yang spesifik hanya menjual satu macam barang hingga yang global atau lengkap, tentu dengan harga yang berbeda pula untuk tiap jenis paket usahanya," jelas Majid.

Usaha ritel bahan bangunan yang telah ada sejak tahun 1998 itu awalnya berdiri dengan nama TB. Selamat. Barulah pada tahun 2018, setelah bertransformasi ke modern market berganti nama menjadi Pacific Bangunan.

 

 

Penulis: Ganest
Editor:Yazeed Alexander

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler