Fakta Minum Susu yang Bisa Bikin Tubuh Anak Pendek

Fakta Minum Susu yang Bisa Bikin Tubuh Anak Pendek

Istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Orang tua dalam mengawal tumbuh kembang anak selalu mempunyai siasat agar si buah hati dapat terpenuhi kebutuhan gizinya.

Seperti dalam memberi susu kepada si kecil, ada sebagian anak tidak menyukai susu sapi. Kemudian juga banyak bermunculan berbagai jenis susu baru sebagai respon dari kebutuhan orang tua yang kesulitan memberikan susu sapi kepada anak mereka.

Susu jenis lain pengganti susu sapi yang beredar di pasaran diantaranya, mulai dari susu almond yang saat ini sedang hits, susu kedelai yang sudah lama menjadi alternatif, hingga rice milk.

Semua jenis susu memang punya kandungan yang baik untuk tubuh. Tapi studi baru-baru ini menemukan, anak yang minum susu almond, susu kedelai serta rice milk memiliki tubuh yang lebih pendek dibanding mereka yang minum susu sapi.

Pemimpin studi, Dr. Jonathon Maguire mengemukakan bahwa anak berumur 3 tahun yang minum susu non sapi sebanyak tiga cangkir sehari lebih pendek 1,5 cm dibanding anak yang minum susu sapi.

Dilansir dari Reader's Digest, studi itu diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition. Dalam studi tersebut, peneliti menguji 5,043 anak dari Kanada dengan rentang umur dua sampai enam tahun (51 persen-nya laki-laki). 5 persen dari anak-anak tersebut hanya minum susu non sapi, 84 persen hanya minum susu sapi, 8 persen lainnya minum semua jenis susu serta 3 persen tidak minum susu apa pun.

Para peneliti pun terkejut dengan hasilnya, bahwa jumlah pertumbuhan yang kurang dipengaruhi oleh seberapa banyak susu yang dikonsumsi.

"Anak-anak yang minum susu non sapi, secara rata-rata tumbuh lebih kecil dan lebih pendek," kata Dr. Maguire kepada CNN.

Para peneliti belum mengetahui apakah kurangnya pertumbuhan pada anak-anak akan berlangsung hingga mereka dewasa. Umumnya anak yang lebih pendek akan menyamai tinggi anak yang minum susu sapi ketika mereka tumbuh dewasa. Hanya waktu yang bisa membuktikannya. Tapi telah terbukti bahwa anak yang memiliki persentase tinggi tertentu akan tetap berada pada persentase yang sama hingga dewasa.

Ada cara lain untuk memaksimalkan pertumbuhan anak. Penelitian terbaru menyarankan menyajikan susu sapi bersama telur.

Peneliti dari Washington University menemukan bahwa telur secara signifikan meningkatkan angka pertumbuhan dan mengurangi stunting sampai 47 persen pada bayi.

Penelitian tersebut dipublikasikan pada jurnal Pediatrics. Lora Iannotti, pemimpin penelitian menyampaikan bahwa telur yang harganya terjangkau dan mudah diolah berpotensi mengurangi stunting di seluruh dunia.

Penelitian melibatkan anak berusia enam hingga sembilan bulan. Beberapa anak diberikan telur sebutir sehari selama enam bulan, sementara anak lainnya tidak diberikan telur. Jumlah berat badan yang kurang pada anak pemakan telur menurun 74 persen. 

 

 

Penulis: Khusaenah
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler
$(window).scroll(function() { var header = $("bg-top-static"); var scroll = $(window).scrollTop(); if (scroll <= 25) { $(".top-navigasi ul").css("text-align","left"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","0px"); $(".left-banner-to-top").css("top","150px"); $(".right-banner-to-top").css("top","150px"); } if (scroll >= 25) { header.addClass("relstatic-fixed"); $(".top-navigasi ul").css("text-align","center"); $(".top-navigasi ul").css("padding-right","78px"); $(".relstatic").addClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").addClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").addClass("right-banner-to-top"); $(".left-banner-to-top").css("top","0px"); $(".right-banner-to-top").css("top","0px"); } else { header.removeClass("relstatic-fixed"); $(".relstatic").removeClass("relstatic-fixed"); $(".left-banner").removeClass("left-banner-to-top"); $(".right-banner").removeClass("right-banner-to-top"); } if (scroll >= 2000) { console.log(scroll); $(".left-banner-to-top").css("top","-110px"); $(".right-banner-to-top").css("top","-110px"); } });