Didampingi Pengacara, Pelapor Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kembali Mendatangi Kantor Bareskrim Polri

Didampingi Pengacara, Pelapor Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kembali Mendatangi Kantor Bareskrim Polri

Pelapor Hasto Kristiyanto, Nita Puspita Sari bersama pengacaranya Djamalloedin Koedoeboen di Kantor Bareskrim (Senin 7/1/19)

JAKARTAINSIGHT.com | Didampingi kuasa hukumnya, pelapor Sekjen PDIP Nita Puspita Sari kembali mendatangi Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat pada Senin (7/1) kemarin guna memenuhi undangan penyidik Bareskrim Polri terkait pelaporan sebelumnya pada tanggal 26 Desember 2018 lalu yang menyeret nama Hasto Kristiyanto atas dugaan penyebaran hoaks menyusul orasinya saat menghadiri kegiatan Safari Kebangsaan di Lebak Banten pada Desember 2018 lalu.

Ditemui dalam kesempatan tersebut, Nita lewat kuasa hukumnya Djamalloedin Koedoeboen menyampaikan, bahwasannya kehadiran kliennya tersebut bukan terkait pemeriksaan, melainkan hanya sebatas memberikan keterangan guna kepentingan penyelidikan atas laporannya tersebut.

"Inti kedatangan kami hari ini bukan untuk pemeriksaan melainkan dalam rangka memberikan keterangan berita acara interview yang diminta penyidik guna kepentingan penyelidikan terkait laporan kami sebelumnya," ujar Djamalloedin.

"Ada 15 pertanyaan yang diajukan pihak penyidik Bareskrim, dan klien kami juga telah menjawab dengan baik dan jelas," sambung Djamallloedin.

Disinggung proses hukum lanjutan pelaporannya tersebut, Djamalloedin menyebut pihaknya hanya tinggal menunggu hasil dari pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti, yang mana nantinya pihak penyidik Bareskrim yang menentukan apakah prosesnya akan naik ke tahapan penyelidikan.

"Kami sangat yakin pihak kepolisian akan sungguh-sungguh dan profesional dalam menangani pelaporan kami. Buktinya hari ini kami diminta datang untuk memberikan keterangan interview guna menjelaskan apa yang sesungguhnya telah terjadi.

Terkait dugaan ujaran kebencian yang diduga dilakukan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Djamalloedin menjelaskan bahwa pernyataan Hasto yang saat itu bertindak sebagai Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin dianggap telah menghina dengan memfitnah capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Dalam orasinya saat itu, Hasto telah menyinggung soal capres yang sering menebar fitnah dan selalu marah-marah. Dikatakannya pula, ada calon presiden yang sukanya memusuhi dan anti terhadap pers bahkan gerakan mahasiswa. Dan sebagai bukti, pernyataannya tersebut juga dimuat oleh beberapa media telah diserahkan sebagai bukti kepada penyidik saat melakukan laporan.

"Pelaporan 26 Desember (2018) itu kan telah kita terima bukti pelaporannya. Itu ada dugaan, ada tiga pasal, Pasal 156 KUHP terkait ujaran kebencian, kemudian Pasal 14 juncto Pasal 15 UU Nomor 1 (Tahun 1946 tentang KUHP)," tutup Djamalloedin.

Penulis: Addo
Editor:Ganest

Artikel Terkait

Baca Lainnya

1510570014jakartahujan.jpg
NASIONAL
Ada Pohon Tumbang, Sejumlah Perjalanan KRL Tertahan
Senin, 13 November 2017 17:46:54

1510683760jokowi-ktt-asean.jpg
INTERNASIONAL
1510741966Foto-1.jpg
EKBIS
Net1 Indonesia Ambil Bagian Dari MUBA Bergerak
Rabu, 15 November 2017 17:32:46

1510744254Robert-Mugabe.jpg
INTERNASIONAL
Militer Zimbabwe Kudeta Presiden Mugabe
Rabu, 15 November 2017 18:10:54

Berita Terpopuler